14 Prajurit TNI Terduga Pelaku Pengeroyokan di Depan Polres Metro Jakarta Barat diperiksa

Jakarta, sinarindonesia.id– Belasan Prajurit TNI yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap empat warga sipil di depan Polres Metro Jakarta Pusat, diperiksa Pomdam Jaya/Jayakarta.

Danpomdam Jaya Brigjen CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, saat dikonfirmasi mengatakan, para prajurit itu diduga terlibat aksi penganiayaan terhadap empat warga sipil hingga terkapar di depan Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis dini hari (28 Maret 2024).

“Jadi untuk yang diamankan Pomdam ini ada 8 orang, ditambah 6 orang. Nanti akan kita pisahkan apa terlibat langsung atau hanya ikut-ikutan,” kata Irsyad Hamdie Bey Anwar, kepada media, dikutip Jum’at (29 Maret 2024).

Dijelaskannya, dari informasi yang diperoleh tidak menutup kemungkinan adanya ketelibatan prajurit lainnya dalam insiden tersebut.

“Kemungkinan jumlah prajurit yang diperiksa bertambah. Saat ini kami masih mendata siapa prajurit yang mengeroyok empat warga sipil tersebut,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Empat orang warga sipil, ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan tergeletak tak berdaya, di depan Polres Jakarta Pusat. Mereka dikabarkan, menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum prajurit TNI.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, saat dikonfirmasi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

“Iya, benar, tadi malam Kamis, 28 Maret 2024 sekitar pukul 01.00 tiba-tiba di jalan raya depan Polres Jakarta Pusat tergeletak 4 orang dalam kondisi terluka,” kata Susatyo Purnomo Condro, kepada media, dikutip Jum’at (29 Maret 2024).

Dijelaskannya, ke empat korban tersebut adalah Abdullah (26) warga Kabupaten Bogor yang berprofesi sebagai buruh harian lepas, Mamih (42) warga Balaraja, Hasan (32) warga Cirebon yang juga berprofesi sebagai buruh harian lepas, dan Syefri Wahyudi (25) warga Cirebon.

“Untuk persoalan ini kami segera berkoordinasi dengan Pomdam Jaya, karena ada dugaan keterlibatan oknum TNI,” ungkapnya.

Dugaan sementara, aksi brutal oknum prajurit TNI tersebut dipicu aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI bernama Prada Lukman yang terjadi sebelumnya di Pasar Cikini pada Rabu (27 Maret 2024) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Perkara tadi malam tidak terlepas dari kejadian pada Rabu 27 Maret 2024 sekitar 01.00 WIB. Prada Lukman mengalami luka serius akibat dikeroyok sekelompok orang di TKP Pasar Cikini,” ucapnya.

Akibat insiden yang menimpa Prada Lukman, sejumlah oknum prajurit TNI sempat mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat. Tujuan awalnya untuk memastikan para tersangka pengeroyokan telah ditangani secara serius.

Namun, karena semakin banyak Prajurit TNI yang datang, Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat kemudian menghubungi Garnisun untuk membantu memberikan pengertian kepada prajurit TNI.

“Setelah pulang, tiba-tiba sekitar pukul 01.00 WIB, diletakkan di depan Polres dalam kondisi terluka akibat pemukulan atas empat korban,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *