21 Anggota Brimob Polda Papua Barat Diperiksa Terkait Bentrok Dengan TNI AL

Daerah, Headline, Kriminal109 Dilihat

Papua Barat, sinarindonesia.id– 21 anggota Brimob Polda Papua Barat, dikabarkan menjalani pemeriksaan terkiat bentrokan dengan TNI AL di Pelabuhan Sorong.

Mereka yang diperiksa, hingga kini masih berstatus sebagai saksi atau terduga pelaku bentrokan.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Ongky Isgunawan, saat dikonfirmasi membenarkan perihal pemeriksaan tersebut.

“Iya benar, ada 21 anggota Brimob yang diperiksa dengan status sebagai saksi,” kata Ongky, kepada media, dikutip Jum’at (19 April 2024).

Dijelaskannya, untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh perihal hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Untuk informasi lengkap nanti akan disampaikan pada waktunya,” ujar Ongky.

Hingga kini, kedua belah pihak, kata Ongky, masih melakukan pendalaman terkait persoalan bentrokan tersebut.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan perselisihan anggota TNI AL dan Brimob Polda Papua Barat di Pelabuhan Sorong, sudah selesai.

“Sudah berangkulan,” kata Listyo, kepada media, Senin (15 April 2024).

Disisilain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menyatakan persoalan antara anggota TNI AL dan Brimob itu telah diselesaikan.

“Enggak ada masalah, sudah diselesaikan,” kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Brimob Polda Papua Barat Daya, dikabarkan terlibat bentrok dengan personil TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong. Pertikaian itu terjadi di pintu masuk keberangkatan Kantor Pelindo IV Sorong, Papua Barat Daya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Nugraha Gumilar, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa bentrok antara anggota Brimob dan anggota TNI AL di Sorong tersebut.

“Iya benar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIT, tepatnya di pintu masuk Ruang tunggu keberangkatan kantor pelindo IV Sorong Provinsi Papua Barat Daya,” kata Nugraha, kepada media, Minggu (14 April 2024).

Dijelaskannya, perkelahian antara anggota Brimob polda papua barat daya dan anggota TNI AL Marhanlan XIV/Sorong itu terjadi akibat kesalahpahaman antara keduanya.

“Insiden itu terjadi lantaran anggota Brimob ditegur oleh anggota TNI AL. Sehingga timbul kesalahpahaman antara keduanya,” ungkap Nugraha.

Akibat peristiwa tersebut, lima personel alami TNI mengalami luka-luka dan kini mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Atas insiden tersebut dua pimpinan baik Brimob maupun TNI AL kini berupaya mengendalikan anak buahnya dan melakukan mediasi. selain itu, pihaknya juga melaksanakan patroli bersama sebagai tindakan preventif agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *