38 Kg Sabu Diamankan, Polda Lampung Tangkap 8 Tersangka Jaringan Fredy Pratama Ada Oknum BNN Terlibat?

Daerah, Headline54 Dilihat

Sinarindonesia.id, Bandar Lampung – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap delapan tersangka kasus Kasus Tindak Pidana Narkotika jenis sabu jaringan Fredy Pratama. Petugas mengamankan shabu seberat 38,19 kilogram, dan melibatkan oknum pegawai Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, yang bertugas di Kabupaten Lampung Tengah.

Delapan tersangka yakni AM (30) dan MH (30) asal Sulawesi Tenggara, lalu AB (27) dan MY (26) asal Sukarame Bandar Lampung. Kemudian AI (22) asal Tulang Bawang, EN (30) asal Pesawaran, serta RY (33) dan SA (26) asal Way Halim Bandar Lampung.

Para tersangka, ditangkap di berbagai tempat, di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Bakauheni, dan Jakarta, sejak Januari 2024. Termasuk dua tersangka yang ditangkap di Bus Damri saat di Pelabuhan Bakauheni.

Para tersangka dan barang bukti di pamerkan dalam press rilis di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Rabu 31 Januari 2024.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengatakan bahwa pengungkapan Narkotika sebanyak 38,19 Kg tersebut merupakan hasil penangkapan di empat lokasi yaitu Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Toko Indomaret yang berada di Bakauheni, Perumahan Happy Hills Tanjung Bintang Lampung Selatan dan wilayah Jakarta Timur.

“Kronologis kejadian pada minggu 14 januari 2024 sekira pukul 20.30 wib, saat tim seaport intredition melakukan pemeriksaan di dalam bus Putra Pelangi, berhasil mengamankan satu orang an. AM (30) diduga membawa shabu sebanyak sebungkus dalam kantong kuning berikut handphone dengan tujuan Merak untuk mengambil mobil yang berisikan shabu, ” katanya.

Dari tersangka AM, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang lagi yakni AB (27) dan MY (26) dengan barang bukti shabu sebanyak 28 bungkus dan 24 bungkus teh china dan delapan bungkus plastik alumunium foil serta satu timbangan digital di dalam kendaraan Toyota Avanza Veloz Hitam Nopol B-1548-HKB.

”Dan pada Jum’at 19 Januari 2024 petugas berhasil mengamankan AI (22) di rumah kontrakan di Perum BTN 3 Sukarame, Bandar Lampung yang bertugas sebagai pengintai (Sweeper) untuk meloloskan narkotika di Pelabuhan Bakauheni, ” ujarnya.

Petugas juga berhasil mengamankan EN yang bertugas sebagai kurir dan pengintai pada Sabtu 20 Januari 2024 di Perumahan Happy Hills Tanjung Bintang.

”Puncaknya, petugas berhasil mengamankan 3 (tiga) orang tersangka yakni RY (33), SA (26) dan MH (30) di wilayah Kotamadya Jakarta Timur. Mereka bertugas sebagai perekrut kurir. Saat ini masih akan dilakukan pengembangan lebih lanjut kepada para tersangka, ” kata Kapolda.

Total barang bukti, 60 bungkus narkotika jenis shabu seberat 38,19 KG, Satu unit MITSUBHISI Pajero Sport warna hitam nopol B-1701-SZW, Satu unit TOYOTA Veloz warna hitam nopol B-1548-HKB, Satu unit TOYOTA Agya warna hitam nopol BG-1184-EP, Satu Unit HONDA Brio warna hitam nopol BE-1560-XX, 1 satu unit MAZDA 2 warna hitam nopol BE-1402-CO.

”Dari jumlah barang bukti tersebut maka jiwa yang berhasil diselamatkan sebanyak kurang lebih 152.722 jiwa dengan nilai ekonomis Rp.39 miliar. Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, ” kata Helmy Santika.

Pegawai BNN

Satu dari delapan tersangka pengedar narkoba sindikat jaringan internasional Fredy Pratama yang ditangkap Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Lampung, terdapat oknum pegawai honorer Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Tengah.

Oknum tersebut adalah MY (26) asal Sukarame, Bandar Lampung. MY ini berperan sebagai kurir, tercatat sudah sembilan kali meloloskan narkoba dengan honor Rp9,3 miliar.

MY sendiri ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, saat mencoba meloloskan puluhan bungkus narkoba jenis sabu bersama tersangka HB yang juga berasal dari Sukarame, Bandar Lampung pada 14 Januari 2024.

Sementara empat Tahanan Bandar Narkoba kabur waktu lalu hingga kini belum juga tertangkap. (Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *