4 Anggota DPRD Jawa Timur Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka

Jakarta, sinarindonesia.id– Empat anggota DPRD Jawa Timur, ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan suap pengelolaan dana hibah.

Dugaan korupsi itu, merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya menjerat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2029-2024, Sahat Tua P. Simanjuntak dan kawan-kawan.

“Ya benar, ada empat anggota DPRD yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, kepada media, Rabu (10 Juli 2024).

Untuk saat ini, Alex belum bisa membeberkan identitas para tersangka. Namun sebelumnya, KPK sempat mencegah empat orang pimpinan DPRD Jawa Timur untuk bepergian ke luar negeri.

Mereka yang dicegah adalah Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi serta tiga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur atas nama Anik Maslachah, Anwar Sadad dan Achmad Iskandar.

Diketahui, pada Selasa (26 September 2024), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar subsider enam bulan kurungan kepada Sahat Tua P. Simanjuntak.

Yang bersangkutan, dibebani uang pengganti sebesar Rp 39,5 Miliar paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Dalam perkara korupsi tersebut, Sahat Tua P. Simanjuntak terbukti menerima ijon atau fee dana hibah pokok pikiran (Pokir) masyarakat yang bersumber dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2020-2022 dan APBD 2022-2024.

Anggaran tersebut saat itu masih ditetapkan untuk wilayah Kabupaten Sampang. Adapun total anggaran dana hibah kelompok masyarakat itu sebesar Rp 200 Miliar. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *