Anggota Bawaslu dipecat DKPP Karena Masih Pengurus PDI Perjuangan

Daerah, Headline, Politik571 Dilihat

Nusa Tenggara Timur, sinarindonesia.id– Seorang anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dikabarkan dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pemecatan dilakukan karena yang bersangkutan masih aktif sebagai pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kecamatan lebatukan, Kabupaten Lembata.

“Benar, itu sesuai putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata Ketua Bawaslu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento, kepada awak media.

Dijelaskannya, berdasarkan Keputusan itu pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“Setelah DKPP membuat keputusan, maka wajib untuk ditindaklanjuti oleh Bawaslu, untuk memberhentikan yang bersangkutan,” lanjutnya.

Dalam laporan yang disampaikan pelapor ke DKPP, Fransiskus Xaverius Pole diindikasi menjadi salah satu pengurus partai.

“Benar, dalam amar putusan itu pengurus anak cabang PDI Perjuangan Kecamatan Lebatukan,” ucapnya.

Fransiskus, secara hukum diberhentikan karena melanggar Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 117 ayat 1 huruf i.

“Pasal itu mengatakan syarat untuk menjadi calon anggota Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan/Desa, serta Pengawas TPS.

“Mereka yang terlibat harus mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar sebagai calon,” tutupnya.

Sejak dikeluarkannya surat Keputusan itu, yang bersangkutan secara otomatis tidak lagi tercatat sebagai anggota Bawaslu. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *