Anggota DPD RI Terduga Melontarkan Ucapan Bernada Diskriminasi di Pecat dari Jabatannya

Jakarta, sinarindonesia.id– Seorang anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Bali, diberhentikan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Pemberhentian dilakukan atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik terkait ucapan bernada diskriminasi.

“Pemberhentian Arya Wedakarna alias AWK, berdasarkan Pasal 48, ayat 1 dan 2 Peraturan DPD RI Nomor 1 Tahun 2021 Badan Kehormatan DPD RI,” kata Wakil Ketua BK DPD RI Made Mangku Pastika, kepada media, Jum’at (2 Februari 2024).

Dalam amar putusannya, badan kehormatan memutuskan dan menetapkan bahwa Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, anggota DPD RI dari Provinsi Bali terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik dan atau tata tertib DPD RI sebagaimana diatur dalam Undang-undang MD3 dengan sanksi berat pemberhentian tetap sebagai anggota DPD RI.

“Keputusan itu merupakan imbas dari laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali,” ungkapnya.

Diketahui, Arya dilaporkan MUI atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik terkait ucapan bernada rasis usai beredar video yang melontarkan kata-kata yang dianggap rasis tersebut.

“Saya enggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East (Ini bukan Timur Tengah). Enak saja di Bali, pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pakai,” kata Arya, dikutip dari video yang beredar di media sosial. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *