Bentrok Warga Mandiangin Berakhir dengan Beberapa Kesepakatan

Daerah, Headline, Kriminal507 Dilihat

Mandiangin, sinarindonesia.id-Aksi protes warga Mandiangin, dengan memblokir jalan lintas Sarolangun-Jambi, kini kian memanas. Tewasnya satu orang diantara mereka saat diamankan polisi, menambah Panjang persoalan hingga warga kembali memblokir jalan.

Diketahui, pemblokiran jalan dilakukan warga Mandiangin, awalnya hanya menuntut keadilan dari peristiwa perkelahian antar Siswa SMAN 4 Sarolangun yang menyebabkan 4 orang siswa dan 1 orang Guru mengalami luka Bacok, Senin (30 Oktober 2023).

Karena aksi mereka tidak mendapat perhatian, akhirnya warga memutuskan untuk memblokir jalan lintas hingga adanya titik terang dari pihak terkait.

Atas nama keamanan, Aparat Kepolisian akhirnya mengambil Tindakan tegas dengan membubaran aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga Mandiangin, Jumat (3 november 2023) malam. Pembubara itu akhirnya berujung bentrok dan mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Bentrokan terjadi sekira pukul 16.45 Wib, masyarakat Desa Mandiangin yang berjumlah lebih kurang 70 orang melakukan aksi pemblokiran jalan di Depan Kantor Camat Mandiangin. Namun, aksi pemblokiran jalan tersebut dapat dihentikan setelah dilakukan Negosiasi oleh Kasat Intelkam Polres Sarolangun.

Tanpa disadari, sekitar pukul 22.30 Wib, masyarakat Desa Mandiangin kembali melakukan aksi pemblokiran jalan di Jalan Bangunan Nasional, Desa Mandiangin menggunakan kayu dan ban bekas yang dilintangkan ditengah jalan. Aksi warga tersebut, langsung dibubarkan polisi. Karena tidak terima, warga melakukan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah petugas.

Dalam kejadian itu, polisi mengamankan tujuh orang warga, salah satu diantaranya adalah Ketua BPD Desa Takang Serdang, Mandiangin. Kemudian, Yasin (48), Riko Andre Saputra (25), Alan Perdiansyah (27) Ketua BPD, Iskandarsyah (45), Aang Kifra (23), Fajriyansah (26), dan Edi Suk (50).

Dari tujuh warga yang diamankan, satu diantaranya meninggal dunia, yakni Edi Suk. Menurut keterangan polisi, sebelum meninggal, Edi Suk terlihat dalam kondisi mabuk. Saat itu, korban mengacungkan senjata tajam ke arah personel Sat Sabhara yang sedang membubaran aksi pemblokiran jalan yang diwarnai dengan aksi pelemparan batu. Disaat mengacungkan sajam, korban terjatuh hingga tak sadarkan diri. Selanjutnya korban diamankan Sat Sabhara dan dibawa ke Puskesmas Pauh untuk kepentingan medis.

Mandiangin kembali memanas

Tidak terima dengan tuduhan polisi, warganya tegas akibat minuman keras. Warga mandiangin, sore (4 November 2023) kembali menutup jalan lintas Sarolangun-Jambi. Selain mendesak petugas untuk menangkap pelaku perkelahian yang mengakibat pelajar dan guru luka-luka, warga juga meminta petugas menjelaskan penyebab pasti kematian Edi Suk, yang tewas setelah diamankan polisi.

Informasi yang tersiar dilapangan, warga menduga ada perlakuan kasar dari petugas hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jambi Kompol Mas Edi mengatakan, tewasnya Edi Suk, murni akibat minuman keras.

“Beliau (korban) saat diamankan petugas sudah dalam kondisi mabuk berat,” katanya kepada awak media Sabtu (4 November 2023).

Informasi terkini

Ratusan warga Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang kembali melakukan pemblokiran jalan pasca bentok dan mengakibatkan korban meninggal dunia, akhirnya membubarkan barisan. Jalan lintas Sarolangun-Jambi yang diblokir sejak tanggal 30 Oktober Hingga hari ini, kini sudah bisa dilalui kendaraan.

Hal ini disampaikan, Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Nadi Chaidir, kepada media Sabtu (4 November 2023).

“Kondisi di lokasi pemblokiran Jalan lintas Sarolangun-Jambi disampaikan dia, “Saat ini sudah kondusif,”.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jambi Kompol Mas Edi mengatakan, Jalan  saat ini telah dibuka oleh warga mandiangin.

“Iya, Jalan lintas Sarolangun-Jambi yang diblokir warga sudah dibuka. Karena upaya persuasif dan adanya beberapa kesepakatan,” Jelasnya. (red)

By : Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *