Bupati dan Anggota DPRD Labuhanbatu ditetapkan Sebagai Tersangka Penerima Suap

Jakarta, sinarindonesia.id– Bupati Labuhanbatu Erik Atrada bersama anggota DPRD Rudi Syahputra ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Selain dua pejabat tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan dua orang pihak swasta masing-masing Fajar Syahputra dan Effendi Sahputra.

Keempat terduga korupsi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penyidik KPK itu, langsung ditahan di Rumah Tahanan KPK.

“Kami langsung menahan para tersangka untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 12 Januari 2024 sampai 31 Januari,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Jumat (12 Januari 2024).

Dijelaskannya, penetapan status tersangka itu merupakan lanjutan proses hukum usai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik di Labuhanbatu, Kamis (11 Januari 2024).

Adapun peran dari dua orang pihak swasta yang juga ditetapkan sebagai tersangka, merupakan terduga pemberi suap.

Sementara Bupati dan Anggota DPRD Labuhanbatu itu merupakan terduga penerima suap.

Kedua orang pihak swasta disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan dua orang pejabat di Pemkab Labuhanbatu itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *