Bupati Sidoarjo Menjadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran

Jakarta, sinarindonesia.id– Terungkapnya kasus dugaan korupsi di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, diakui Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, menjadi pelajaran untuk tata kelola Pemerintahan. Sementara mengenai pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK, dirinya akan bersikap kooperatif.

“Kasus ini awal untuk kebaikan Sidoarjo, pembelajaran agar tata kelola pemerintah lebih baik, transparansi, serta pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Ahmad, usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, Jumat (16 Februari 2024).

Dijelaskannya, untuk informasi yang dibutuhkan penyidik telah disampaikan dan Ahmad memesatikan akan kooperatif dengan penyidik KPK dan akan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya.

“Pada dasarnya, saya berusaha memberikan keterangan yang seutuh-utuhnya, sebenar-benarnya, dan kooperatif,” ucapnya.

Kendati demikian, Ahmad tidak membeberkan soal materi pemeriksaannya. Dia beralasan semuan masih dalam proses penyidikan petugas.

Diketahui, selain Ahmad, penyidik KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya dalam perkara yang sama.

Ketiga saksi tersebut adalah ASN Pemda Sidoarjo Surendro Nurbawono, Direktur CV Asmara Karya Imam Purwanto alias Irwan, dan pihak swasta Robbin Alan Nugroho.

Mereka diperiksa sebagai saksi, atas dasar tindaklanjut penyidikan terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 10 orang di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam OTT yang dimaksud, penyidik mengamankan uang tunai Rp69,9 juta dari dugaan pemotongan dan penerimaan uang sejumlah Rp2,7 miliar pada tahun 2023. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *