Curi Listrik: Transaksi Tambang Bitcoin digerebek Polisi

Daerah, Headline, Kriminal225 Dilihat

Medan, sinarindonesia.id– Sepuluh rumah toko (Ruko) yang menjadi lokasi tambang bitcoin, digerebek Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara. Mereka yang berpenghasilan miliaran rupiah, diketahui tidak membayar tagihan listrik selama enam bulan.

Dilokasi penggerebekan, petugas mendapati ribuan unit mesin yang dijadikan server Bitcoin. Dari temuan itu, polisi menaksir terdapat kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

“Kerugian negara akibat pencurian listrik yang dilakukan pemilik mesin Bitcoin tersebut, setiap bulannya mencapai Rp2,46 miliar,” kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, kepada awak media.

Dijelaskannya, sesuai catatan tagihan dari PT PLN Medan, total kerugian negara secara keseluruhan mencapai Rp14,4 miliar.

Diakui Kapolda, modus operandi yang dimainkan pelaku usaha tersebut terbilang cantik. Dilokasi terlihat jelas mereka menggunakan box PLN, namun tidak menggunakan listrik yang semestinya masuk dalam box tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian listrik tersebut yang jelas-jelas bisa beroperasi selama enam bulan secara ilegal,” ungkap Agung Setya.

Selain itu, Polda Sumatera Utara juga berjanji akan mendalami seluruh jalur transaksi penambangan ilegal Bitcoin tersebut.

“Saya pertegas, kami akan mendalami seluruh jalur transaksi penambangan ilegal Bitcoin ini,” ujar Kapolda.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan 26 orang dan sejumlah barang bukti.

Mereka yang diamankan, terancam pasal 51 ayat 3 UU RI no 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, subsider pasal 363, 362 KUHPidana, tentang tindak pidana setiap orang yg menggunakan tenaga listrik yg bukan haknya. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *