Distribusi Vaksin Gotong Royong Covid 19 Jadi Temuan BPK

Jakarta, sinarindonesia.id– Distribusi vaksin gotong royong Covid 19 yang dipercaya pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero), kini menyisakan masalah. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI menemukan permasalahan yang mengakibatkan banyaknya sisa vaksin penanganan Covid 19.

Permasalahan yang menjadi temuan itu, tertuang dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I 2023 (IHPS). Laporan hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa target PT Bio Farma dalam penjualan VGR untuk COVID-19 sebanyak 7,5 juta dosis, tidak tercapai.

“Karena adanya perubahan kebijakan vaksin gratis dari pemerintah yang mengakibatkan VGR tidak diminati dan skema pendistribusian VGR ditunda,” dikutip dari IHPS Semester I-2023, Rabu (6 Desember 2023).

Hingga akhir Desember 2022, BPK mencatat VGR yang belum terdistribusi sebanyak 3.208.542 dosis dengan nilai sebesar Rp525,18 miliar. Vaksin yang belum terdistribusi itu hampir melewati batas kedaluwarsa di tahun 2023.

Akibatnya, persediaan VGR yang kedaluwarsa pada 2023 itu menurut BPK berpotensi membebani keuangan PT Bio Farma minimal sebesar Rp525,18 miliar.

Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Direksi PT Bio Farma agar berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN dalam mengambil langkah optimal. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *