Dua Capres Menuding KPU tidak Profesional Sebagai Penyelenggara Pemilu

Jakarta, sinarindonesia.id– Pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kesalahan dalam spesimen surat suara pilpres yang dipakai untuk simulasi, mendapat tudingan dari dua pasangan Capres-Cawapres Peserta pemilu.

Mereka mempertanyakan profesionalisme KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024.

“Kami mempertanyakan profesionalisme KPU sebagai penyelenggara Pemilu,” kata Capres nomor urut 1 Anies Baswedan.

Dijelaskannya, seharusnya KPU membuat contoh surat suara sesuai dengan kenyataan. Ia mengingatkan KPU untuk tetap bekerja secara profesional.

“Sudah lah kita tidak usah main-main, tunjukkan apa adanya,” kata Anies.

Pihaknya menilai tindakan KPU tersebut tidak menghormati rakyat sebagai pemilih.

“Kalau jumlahnya tiga calon ya sebut tiga. Kalau delapan, ya sebut delapan calon. Jadi buat apa diutak-atik seperti itu, tidak menghormati rakyat,” ungkapnya.

Sependapat dengan Anies, Ganjar juga mempertanyakan profesionalisme KPU dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu tidak menyangka KPU kerap kali menimbulkan masalah yang berujung permintaan maaf. Menurutnya, hal itu bakal membuat KPU terkesan tidak profesional.

“Penyelenggara pemilu kok berkali-kali minta maaf. Kalau minta maaf terus nanti kredibilitasnya akan dipertanyakan,” ungkap Ganjar.

Selain itu, diakui Ganjar, pihaknya juga menyoroti kesalahan yang sebelumnya telah dilakukan siKPU, yakni terkait pengiriman surat suara ke Taiwan sebelum jadwalnya. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *