Dua Kelompok Massa Pro dan Kontra Hasil Pilpres Bentrok di Depan Patung Kuda

Jakarta, sinarindonesia.id– Dua kelompok massa yang berunjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, dikabarkan terlibat bentrok saat Mahkamah Konstitusi menggelar sidang sengketa Pilpres 2024. Kedua massa yang diketahui Pro dan Kontra terhadap penetapan hasil penghitungan suara itu saling lempar batu dan air mineral.

Dari lokasi kejadian, terlihat kelompok massa pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendekat ke arah massa lainnya. Tiba tiba, air mineral hingga batu saling dilempar dari kedua kelompok massa tersebut.

“Hajar… Woooi…. Hajar…Woooi,” teriak dua kelompok massa saat saling melempar.

Aparat kepolisian yang mengamankan aksi massa, terus berusaha memisahkan kedua kelompok tersebut dengan membuat barikade.

Diketahui dalam aksi unjuk rasa ini terlihat sekelompok massa pendukung Anies-Cak Imin yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu. Mereka membawa spanduk meminta MK batalkan hasil Pemilu dan diskualifikasi pasangan nomor urut 2.

“Buat apa ada Pemilu, rakyat dibohongi. Sekarang saatnya MK ayo berani fokus pada rakyat,” teriakan orator aksi.

Kelompok massa ini mengaku bagian dari pendukung pasangan Anies-Muhaimin. Aksi itu disebut juga untuk memberi dukungan moral kepada Anies-Muhaimin.

“Kita tetap semangat dan tidak menyerah. Kita juga beri dukungan kepada hakim MK, kita ingin menyelamatkan MK, supaya mereka tidak salah jalan, bisa ambil keputusan berpihak pada nilai kebenaran,” lanjut teriakan orator.

Sementara dari kelompok lainnya melakukan aksi yang jaraknya tidak jauh dari tempat massa pertama. Kelompok massa ini mayoritas adalah pemuda.

Mereka membawa sejumlah spanduk di antaranya bertuliskan ‘stop narasi Pemilu curang’, ‘hormati hasil Pemilu’ hingga ‘hakim MK jangan masuk angin’

“MK jangan mau diintervensi, jangan terprovokasi oleh kelompok yang meneriakkan kecurangan,” isi teriakan orasinya.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi massa berhasil diredam. Masing-masing diantara mereka dibawah pengamanan polisi tetap semangat menyuarakan aspirasinya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *