Dua WNA asal Swedia ditemukan Berkemah di Zona Merah Gunung Lewotobi Laki laki

Flores Timur, sinarindonesia.id– Dua orang warga negara asing (WNA), kedapatan berkemah di zona merah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka langsung diusir Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan untuk meninggalkan lokasi.

“Ada dua WNA berada di area bahaya dan menjadi jalur lahar panas atau material gunung api, padahal sangat berbahaya karena area itu harus dikosongkan dan tidak boleh ada aktivitas,” kata Komandan Tim Basarnas Maumere untuk Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Riswan Dwiputra, kepada awak media, Kamis (18 Januari 2024).

Dijelaskannya, dua orang WNA itu berasal dari Swedia dan ditemukan saat membangun tenda di daerah yang menjadi jalur aliran lava di Nurabelen, Kecamatan Ile Bura.

Keduanya diketahui bernama Alex (34) dan Hening (38). Saat ditemukan, mereka mereka baru selesai membangun tenda dan hendak tidur. Hening pun tidak memakai baju saat disambangi personel tim SAR.

“Tujuannya camping, area itu dipilih lantaran cukup bagus untuk camping karena view gunung api,” ucapnya.

Saat ditemui, Tim memberikan penjelasan terkait kondisi wilayah yang mereka jadikan lokasi berkemah. Wilayah itu adalah zona merah dan ada larangan melakukan aktivitas apa pun.

“Area ini harus clear karena jalur merah yang sudah dinyatakan tidak boleh ada aktivitas,” ungkapnya.

Tidak ada perdebatan berarti saat keduanya diberikan pengertian, dua WNA itu memahami dan kemudian membongkar tenda yang sudah terpasang.

“Kedua WNA itu kami sarankan menuju ke arah Konga atau Larantuka sebagai titik aman,” lanjutnya.

Diketahui, dalam bebeapa pekan terakhir tim SAR gabungan rutin melakukan patroli dan memastikan warga dari tujuh desa terdampak erupsi sudah mematuhi rekomendasi larangan yang telah dikeluarkan pihak Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG). (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *