Empat Terduga Pelaku Pelemparan Batu di Tol Bakter Ditangkap Tim Patroli Gabungan

Daerah, Headline, Kriminal167 Dilihat

Lampung Selatan, sinarindonesia.id– Tim Patroli Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), dikabarkan berhasil mengamankan 4 terduga pelaku pelemparan batu dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Mereka yang diamankan, merupakan anak-anak dibawah umur. Sementara proses hukum selanjutnya, diserahkan ke Polisi karena adanya laporan dari korban pelemparan batu tersebut.

Manager Area Ruas Tol Bakter, Andri Pandiko mengatakan terduga pelaku berhasil diamankan tim patroli gabungan setelah pihaknya mendapatkan laporan masyarakat.

“Atas laporan itu, tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi dan mendapatkan adanya aktifitas yang mencurigakan di sekitar JPO tepatnya di KM 101+200,” kata Andri, dalam keterangannya, dikutip Rabu (8 Mei 2024).

Dijelaskannya, sebelum penangkapan dilakukan. Salah seorang pengendara dilaporkan menjadi korban pelemparan batu dari lokasi tersebut.

“Jadi sebelumnya, ada laporan kejadian terjadinya pelemparan batu dengan korban pengguna jalan tol,” ungkapnya.

Kepada tim patrol, anak-anak di bawah umur itu mengaku telah melakukan pelemparan batu sejak pagi dan kegiatan itu dianggap sebagai main-mainan.

Atas pengakuan itu, ke empat terduga pelaku kemudian dibawa ke Balai Desa untuk dilakukan musyawarah penyelesaian masalah.

“Tim patroli tol dan tim BKO (TNI AD) bersama aparat kepolisian serta aparatur desa, kemudian memanggil orang tua terduga pelaku, kemudian dilakukan negosiasi dan diselesaikan secara musyawarah di Balai Desa, ” ujarnya.

Dari musyawarah itu, diputuskan bahwa proses hukum ke empat terduga pelaku diselesaikan di Polsek Natar, Lampung Selatan.

“Proses itu terpaksa dilanjutkan, karena pengguna tol yang menjadi korban pelemparan batu telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Natar,” ucapnya.

Dari peristiwa tersebut, PT Bakauheni-Terbanggi Besar Toll (BTB Toll) sebagai pengelola Tol Bakter, akan terus melakukan sosialisasi dengan mengimbau larangan melempar benda apapun ke arah jalan tol.

Himbauan itu, juga dilakukan dengan menggunakan media banner yang bertuliskan larangan pelemparan benda apapun di setiap JPO.

“Selain himbauan, kami juga mengaktifkan dialog dengan masyarakat sekitar, serta menjalin komunikasi dengan aparat desa yang ada di sekitar jalan tol,” Pungkasnya.

Untuk diketahui, selain membahayakan pengguna jalan tol, aksi pelemparan ke arah jalan tol dapat dipidana, sesuai ketentuan Pasal 170 dan 406 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *