Faktor Cuaca disebut Sebagai Penyebab Melambungnya Harga Beras

Headline, Nasional86 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id– Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengklaim faktor perubahan iklim menjadi penyebab melambungnya harga beras di pasaran. Bahkan akibat tingginya curah hujan, menyebab tanaman padi petani gagal panen.

“Saat ini ribu hektare (sawah) tergenang banjir. Hal ini karena faktor perubahan iklim,” kata Ketut, kepada media, Minggu (25 Februari 2024).

Dijelaskannya, akibat bencana alam itu ada potensi gagal panen. Semuanya itu kata Ketut, efek gorila El Nino dan saat ini sudah dirasakan petani,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ketut menambahkan, pihaknya tetap mengacu kepada Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, yang menyatakan di bulan Januari-Februari 2024 ini, produksi padi masih akan minus dari kebutuhan.

“Artinya memang Januari-Februari ini kita agak lumayan koreksinya,” ucap Ketut.

Diketahui, untuk bulan Maret mendatang menurut prediksi KSA BPS, bahwa produksi pertanian sudah sekitar 3,5 juta ton beras. Jadi ini akan terjadi surplus. Harapan kita habis Maret, April, Mei, Juni juga terjadi surplus.

“Kalau itu terjadi, maka mulai lah akan terjadi penyesuaian atau koreksi harga yang ke bawah,” ujarnya.

Di sisi lain, harga gabah saat ini juga terpantau naik. Harga Gabah Kering Panen (GKP) sekarang ini sudah di Rp7.500 per kg, bahkan ada yang sampai Rp8.000 per kg. Kemudian, Gabah Kering Giling (GKG) sudah ada yang Rp8.200-Rp8.500 per kg.

“Jadi kalau GKP maupun GKG dengan harga segitu, gampangnya dikali 2 saja, dikali 2 memang akan menghasilkan segitu harga (berasnya), nggak jauh dari situ,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *