Gubernur Kepri diperiksa Polisi Terkait Perekrutan Honorer Fiktif

Daerah, Headline, Kriminal262 Dilihat

Kepri, sinarindonesia.id– Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Anwar Ahmad membantah ada tambahan honorer dan tenaga harian lepas (THL) yang disebut fiktif di Sekretaris Dewan (Setwan) DPRD Kepri. Hal itu diungkapkannya, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri.

“Tujuan dikeluarkannya surat edaran hanya untuk membatasi. Tidak ada tambahan-tambahan tenaga harian lepas atau honorer baru. Kecuali memang sangat dibutuhkan atau mengganti. Jadi tidak ada tambahan anggaran baru,” kata Anwar.

Dijelaskannya, Saat dilakukan perekrutan honorer di lingkungan Pemprov Kepri, itu menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sendiri. Ia menegaskan Pemprov Kepri berusaha mematuhi aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Saat ada tambahan honorer diluar rencana, semua itu kebijakan OPD. Hal itulah yang diklasifikasi dan intinya kita patuhi edaran dari badan Kepegawaian Nasional (BKN),” dalihnya.

Pada intinya, Gubernur Kepri mengaku tak pernah mendapatkan surat resmi perekrutan honorer di Setwan DPRD Kepri.

“Ini semua prosesnya di DPRD, jadi kalau DPRD berkoordinasi dengan OPD saya pribadi pihaknya tidak tahu. Karena itu tidak disampaikan secara tertulis kepada kami,” pungkasnya.

Diketahui, Gubernur Kepri Anwar Ahmad memenuhi pemanggilan Ditreskrimsus Polda Kepri sebagai saksi terkait kasus dugaan perekrutan tenaga honorer fiktif Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kepri.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam, Anwar mengaku dicecar 14 pertanyaan oleh penyidik. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *