Guru Hamili Siswi SMA diamuk Massa

Ambon, sinarindonesia.id– Seorang guru dari salah satu SMA ternama di Kota Ambon, maluku, dikabarkan menjadi korban amukan massa karena dituduh telah menghamili anak didiknya. Tindakan main hakim itu dilakukan warga lantaran kesal dengan ulah terduga pelaku.

Menurut keterangan saksi mata, Oman, peristiwa pengeroyokan itu terjadi spontan saat warga melihat terduga pelaku.

“Aksi itu dilakukan spontan tanpa ada rencana. Mereka mengamuk dan memukul terduga pelaku berinisial LM, tersebut,” kata Oman, kepada media, Selasa (12 Maret 2024).

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi saat warga berinisial ES bersama orang tuanya mendatangi rumah LM yang berlokasi di salah satu desa atau negeri di Kecamatan Leitimur Selatan, Minggu (10 Maret 2024).

“Kedatangan ES dan keluarganya tidak lain hanya meminta LM segera menyerahkan diri ke polisi karena sudah menghamili ES,” ungkapnya.

Merasa tidak berbuat, LM saat itu ngotot dan bersikeras membantah tuduhan menghamili ES. Keluarga yang kesal lalu memintanya untuk segera ke balai desa membicarakan hal tersebut.

“Sudah tahu salah tapi tetap berdebat dan ngotot menolak. Bahkan berkali-kali menolak mengakui perbuatannya,” ucap Oman.

Belum sampai di balai negeri atau desa. LM langsung diamuk massa, mereka spontan memukulnya. Kejadian ini, kata Oman, tidak berlangsung lama karena cepat dipisahkan perangkat desa.

“Belum sampai di Balai Desa, terduga pelaku sudah diamuk massa,” pungkasnya.

Pihak keluarga korban yang kesal dengan pengakuan terduga pelaku, kemudian melaporkan tidak senonoh tersebut ke Polresta Pulau Ambon.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon Janete S Luhukay, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, terduga pelaku dilaporkan atas tuduhan pemerkosaan anak di bawah umur,” kata Janete, kepada media, Selasa (12 Maret 2024).

Saat ini, terduga pelaku maupun korban tengah menjalani pemeriksaan. Penyidik juga dikabarakan memeriksa keluarga korban dan sejumlah saksi. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *