Hotel All & Day Alam Sutra Terbakar Tiga Karyawan Tewas, Proteksi Pencegahan Kebakaran Tidak Standar

Daerah57 Dilihat

Banten, sinarindonesia.id – Hotel All Nite & Day di Jalan Alam Utama, Town Center, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Banten, terbakar. Tiga orang tewas terjebak di lif, dan tiga orang lainnya luka bakar, Sabtu 8 Juni 2024 sekitar pukul 15.40 WIB sore.

Enam karyawan sempat terjebak di dalam lift berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Serpong Utara. Namun tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Api diketahui berasal dari lantai 6 hotel. Sebanyak empat unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi kejadian dan langsung berupaya untuk memadamkan api. Petugas damkar mengaku sempat kesulitan karena lokasinya yang berada di atas.

Menurut Komandan Peleton Grup B Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Nurudin, api diduga berasal dari korsleting listrik di ruang panel lantai 5 hotel. Percikan api kemudian merambat ke barang-barang di sekitar dan menjalar ke lorong lift. “Ketiga korban tewas tersebut merupakan pegawai hotel. Mereka yang tewas adalah Security, Maintenance dan office boy,” kata Nurudin, kepada media, dikutip Minggu 9 Juni 2024.

Saat kejadian, enam orang karyawan hotel yang bertugas sebagai petugas keamanan, maintenance, dan office boy, berusaha menuju lantai 5 dengan menggunakan lift untuk memeriksa situasi. Namun, lift tersebut macet dan mereka terjebak di dalamnya, menghirup asap tebal. Tiga orang karyawan meninggal dunia akibat keracunan asap. Tiga lainnya masih menjalani perawatan medis.

Nurudin menjelaskan bahwa identitas ketiga korban yang meninggal masih dirahasiakan. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan, berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.18 WIB. “Yang jelas, korban itu adalah pekerja atau karyawan hotel,” ungkapnya.

Tidak Memenuhi Standar Proteksi Pencegahan Kebakaran

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menduga hotel di Alam Sutera tidak memenuhi standar proteksi pencegahan kebakaran berujung tiga staf tewas. Dia menduga manajemen hotel tidak melakukan pelatihan penanganan kebakaran kepada karyawannya.

“Laporan yang saya terima, diduga manajemen tidak melakukan pelatihan penanganan kebakaran kepada karyawannya. Serta ditemukan tidak memilik proteksi alat keamanan kebakaran,” ucap Benyamin kepada wartawan, Rabu 12 Juni 2024.

Dia mengatakan Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel sudah melakukan pemeriksaan di hotel tersebut. Hasilnya, hotel di kawasan Alam Sutera itu tidak menerapkan standar pencegahan kebencanaan. Dia menduga hal itu menyebabkan pihak hotel tak bisa mengantisipasi kebakaran pada Sabtu 8 Juni 2024.

Benyamin mengatakan pihaknya akan mengecek ada tidaknya unsur kesengajaan terkait hal itu. “Kita akan lihat seperti apa jenis pelanggarannya. Kalau umpamanya ketidaksengajaan, mungkin kita minta untuk mereka membangun komitmen. Tapi, karena kesengajaan, tidak mustahil kita berikan surat peringatan,” ujarnya.

Benyamin Davnie, juga meminta agar peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan standar keselamatan di hotel dan gedung-gedung lainnya. Pihaknya juga masih menunggu penyelidikan oleh pihak kepolisian dan hasil evaluasi untuk memastikan kejadian ini tidak terulang kembali. Kasus kebakaran ini kini ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti dan melakukan tindakan selanjutnya.

Hidran, Alarm dan Sprinkler Tidak Ada

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, Ahmad Dohiri, mengatakan hotel tidak memenuhi standar proteksi kebakaran. Dia menyebut tidak ada hidran di hotel itu. “Hasil pengecekan memang tidak ada hidran, alarm, dan sprinkler. Mestinya setiap bangunan gedung empat lantai ke atas minimal punya hidran. Harusnya ada sprinkler di ruangan-ruangan itu yang tersambung ke hidran. Kemudian, ada api, tinggal dipencet, maka bunyi alarm terdengar,” Kata Ahmad.

Ahmad mengaku sudah tiga kali melayangkan surat kepada pengelola hotel untuk memenuhi proteksi kebakaran. Menurutnya, pihak hotel selalu beralasan sedang melakukan renovasi. “Kita mau periksa sistem proteksinya sesuai standar atau tidak, tapi ditolak lagi. Dengan alasan masih renovasi. Masih tidak welcome,” kata dia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *