Hukuman Minta Maaf Yang dijatuhkan Dewas KPK Kepala Pelaku Pungli Jadi Bahan Tertawaan

Jakarta, sinarindonesia.id– Keputusan Dewas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjatuhkan sanksi berat berupa permohonan maaf terhadap 78 pegawai atau pelaku pungli di Rutan KPK, menjadi bahan tertawaan banyak pihak. Bahkan, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyayangkan keputusan tersebut.

“Ya, sangat disayangkan sekali apa yang menjadi keputusan Dewan Pengawas KPK yang hanya menyuruh minta maaf, itu blunder dan disayangkan,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, kepada media, dikutip Senin (19 Februari 2023).

Ditegaskan Boyamin, Putusan yang dijatuhkan oleh Dewas KPK itu, sulit untuk dicerna dengan logika. Sebab, kata Boyamin, pungli bagian dari korupsi.

“Saya sulit mencerna dengan logika yang wajar, logika yang sederhana apa alasan dan kemudian kepentingan atau motif dewan pengawas KPK memberikan sanksi hanya meminta maaf? padahal ini jelas-jelas pungli, pungli itu bagian dari korupsi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, keputusan Dewas KPK yang menyatakan proses disiplin akan dilakukan oleh Sekjen KPK. Menurutnya, Dewas KPK hanya mencari-cari alasan.

“Melalui sanksi minta maaf maka nggak bisa lagi dipecat karena nggak boleh ada dua sanksi. Kalau dipaksakan maka pelaku akan gugat ke PTUN,” ujarnya.

Keputusan itu kata Boyamin, saat ini menjadi Bahan Tertawaan, karena pelaku pungli hanya dihukum minta maaf itu akan menjadi bahan tertawaan. Boyamin juga menyoroti tak ada rekomendasi dari Dewas agar kasus pungli ini diusut secara pidana. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *