Ibu Hamil Kritis Tertembak Peluru Nyasar Polisi

Daerah, Headline, Kriminal177 Dilihat

Jambi, sinarindonesia.id– Seorang Ibu hamil di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, dikabarkan menjadi korban tembakan peluru nyasar dari anggota Satuan Reserse Nakorba Polres setempat. Korban yang Tengah hamil 6 bulan, nyaris meregang nyawa dan kini kritis di Rumah Sakit.

“Satuan Propam Polda Jambi sudah turun untuk melakukan investigasi,” kata Kabid Humas Polda Jambi Komisaris Besar Polisi Mulia Prianto, kepada media.

Diketahui, insiden peluru nyasar itu terjadi pada Minggu (17 Desember 2023) dan menimpa korban bernama Dila, yang tengah mengandung enam bulan. Saat ini ibu hamil dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Masih dirawat, korban dijaga sejumlah personil dan polisi sepenuhnya menanggung semua biaya pengobatannya,” ungkap Mulia.

Ditegaskannya, apabila selama proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) maka anggota yang terlibat akan diberikan sanksi, seperti sanksi disiplin atau kode etik yang berlaku.

Sementara itu, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Padli menjelaskan penembakan terjadi setelah petugas mendapatkan informasi ada dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan di loket transportasi.

Dua orang personil Satresnarkoba Polres Tanjung Jabung Barat, yang mendapatkan informasi itu, langsung menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi, ditemukan sebuah tas yang digembok kemudian di sampingnya ada dua orang.

Menyaksikan hal tersebut, dua anggota kemudian bertanya kepada mereka terkait tas yang digembok itu milik siapa.

“Anggota kami bertanya soal tas, dan dijawab oleh salah satu orang diantara mereka kalau tas yang digembok bukan miliknya, itu tas titipan,” jelasnya.

Saat ditanya ulang kembali, mereka menjawab dengan berbelit- belit.

Karena kepentingan pengamanan, keduanya diamankan petugas. Satu diantara di bawa ke kantor polisi dan satunya dibawa keluar dari loket untuk mendalami siapa pemilik tas tersebut dan apa isinya.

Saat introgasi pencarian pemilik tas berlangsung, pelaku kemudian berusaha melarikan diri dan pada akhirnya petugas mengeluarkan tembakan peringatan. Disitilah, awal terjadinya insiden salah tembah, karena tangan petugas di tepis pelaku saat membuang tembakan ke udara. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *