Ibu Rumah Tangga Pekerjakan PMI Tanpa Gaji di Malaysia

Global, Headline, Kriminal299 Dilihat

Langkat, sinarindonesia.id– Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi atas dugaan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelaku diketahui memberangkatkan banyak orang ke luar negeri, namun gaji mereka tidak dibayar dan digunakan untuk keperluan pribadi.

“Pelaku berinisial W (45) memberangkatkan pekerja migran ke luar negeri secara unprosedural atau ilegal, tanpa melalui prosedur, regulasi dari pemerintah,” kata Panit 2 Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, Ipda Prisman, kepada awak media, Sabtu (13 Januari 2024).

Dijelaskannya, peristiwa pengiriman PMI itu berawal pada Oktober 2022 lalu. Saat itu, sejumlah korban mendatangi rumah pelaku di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Disitu, pelaku menawarkan korban untuk bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Pelaku mengiming-imingi korban akan mendapatkan upah sebesar RM 1.500 atau sekitar Rp 5 juta.

“Jadi pelaku yang menawarkan pekerjaan sebagai pembantu di Malaysia,” ungkapnya.

Sesuai perjanjian, pada November 2022 korban dijemput di rumahnya dan diberangkatkan menuju pelabuhan Dumai. Di sana, korban dijemput oleh seseorang yang telah diperintahkan pelaku.

Sesampainya di Dumai, korban disuruh untuk mengganti nomor HP ke nomor Malaysia. Setelah itu, korban berangkat dari Dumai menuju Malaysia.

Di Malaysia, korban dijemput oleh orang yang juga telah ditentukan oleh pelaku. Kemudian, korban diantar ke salah satu rumah penampungan di Malaysia.

“Korban di sana sekitar 12 hari,” bebernya.

Tidak lama berselang, pihak penampung mempekerjakan korban di salah satu rumah warga sebagai pembantu. Namun, setelah bekerja, korban ternyata tidak menerima upah sejak bulan Desember-Maret.

Menurut pengakuan majikannya, uang gaji tersebut telah diserahkan kepada pihak penampung. Setelah ditanya kepada pihak penampung, mereka mengaku uang gaji yang diperkirakan sebesar Rp 32 juta itu, telah disetor ke pelaku W.

Dari informasi yang diperoleh, Penyelidik saat ini masih mendalami korban dan pelaku lainnya dalam jaringan tersebut. (Red)

 By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *