Iringan Sepeda Motor Pengantar Jenazah Bentrok dengan TNI

Manado, sinarindonesia.id– Suara knalpot brong pengantar iringan jenazah di Manado, Sulawesi Utara, dikabarkan menjadi pemicu bentrokan antara warga dengan oknum TNI. Aksi brutal tersebut viral di media sosial dan menjadi pesan berantai di media whatsaap.

Dalam video berdurasi 50 detik itu, menggambarkan sekelompok warga yang mengendarai sepeda motor melintas di depan Makodam XIII/Merdeka. Mereka menggeber-geber sepeda motornya yang menggunakan knalpot brong dan menguasai seluruh jalan saat mengantar jenazah.

Diduga terganggu, sejumlah anggota TNI keluar dari dalam markas dan menghampiri pengguna sepeda motor dan memeriksa knalpot yang digunakan.

“Tiba-tiba terdengar suara knalpot brong dari sepeda motor warga sehingga yang memancing emosi pasukan TNI hingga terjadilah penganiayaan tersebut,” suara wanita dalam rekaman video tersebut.

Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Mujahidin mengatakan bahwa peristiwa tersebut dipicu cekcok antara warga dengan rombongan pengantar jenazah yang menggunakan knalpot brong.

“Karena terganggu, warga kemudian bereaksi. Jadi iringan jenazah ini sempat berhenti dan warga tidak bisa lewat dan diprotes,” kata Mujahidin.

Dijelaskannya, rombongan pengantar jenazah diduga dalam pengaruh minuman keras sehingga sepeda motor dengan knalpot brong digeber dan memicu kegaduhan.

“Pengendara pengiring jenazah dalam pengaruh minuman keras,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata Mujahidin, petugas pendamping rombongan pengantar jenazah telah diimbau agar tidak membuat kegaduhan dan tetap tertib selama dalam perjalanan menuju ke TPU Teling Atas.

“Mungkin tidak terima, rombongan iring-iringan jenazah tersebut justru semakin melakukan kebisingan dengan menggeber-geber gas sepeda motor dengan knalpot brongnya,” beber Mujahidin.

Karena perbuatan itu terus berulang, akhirnya sejumlah anggota TNI keluar dari markasnya dengan maksud meredamkan suasana.

Karena diduga kedua belah pihak terbalut emosi, akhirnya bentrok antara warga dengan TNI tidak terelakkan.

“Apapu itu, pihaknya tetap mengambil sikap dan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan informasi tentang kejadian tersebut,” pungkasnya. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *