Istri Gugat Cerai Pria Aniaya Dua Orang Anak Kandungnya

Daerah, Headline, Kriminal203 Dilihat

Gianyar, sinarindonesia.id– Video kekerasan terhadap anak kandungnya yang dilakukan seorang pria di Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perbincangan masyarakat. Pelaku dengan sengaja melakukan penganiayaan tersebut, lantaran tidak terima digugat cerai oleh sang istri.

Peristiwa dalam video berdurasi 1 menit 44 detik itu, dibenarkan Polres Gianyar. Pihaknya mengungkapkan bahwa penganiayaan itu terjadi di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.

“Yang menjadi korban penganiayaan adalah anak perempuan berinisial P (17) dan anak laki-laki berinisial K (6),” kata Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP M Gananta, kepada awak media, Selasa (9 Januari 2024).

Dalam rekaman video yang beredar itu, terlihat pria berinisial NS, mengamuk dan mengancam akan membunuh kedua buah hatinya. Bahkan, NS, juga berulang kali mendorong putrinya dan menjambak putranya.

“Pelaku teriak-teriak tidak terima anaknya akan pindah sekolah ke rumah istrinya berinisial NWL (35) yang sudah cerai,” lanjut Gananta.

Diketahui, Polres Gianyar sudah menahan NS atas tindak kekerasan. Gananta menjelaskan permasalahan ini bermula sejak tahun 2017.

Saat itu NWL berangkat ke Rusia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bermodalkan uang pinjaman di koperasi desa setempat sebesar Rp 100 juta, NWL terbang meninggalkan suami dan dua buah hatinya.

Dua tahun bekerja di luar negeri, NWL pulang ke rumah sembari membawa sejumlah uang untuk membayar utang.

“Istri pelaku pulang pada tahun 2019, dengan maksud membayar utangnya sebesar Rp 25 juta. Kemudian 2020 utang tersebut ditutup saat berangkat lagi ke Rusia,” bebernya.

Tanpa ada pembicaraan sebelumnya, tiba-tiba NWL melayangkan surat gugatan cerai kepada NS pada Februari 2023. Hal tersebut membuatnya kaget.

“Pelaku ini kaget tiba-tiba terima surat gugatan cerai dari istrinya,” ucapnya.

Saat sidang perceraian masih berjalan, NS mendengar kabar bahwa kedua anak kandungnya diajak pindah sekolah oleh NWL. Kabar tersebut didengar pada Desember 2023.

Tepat di hari pertama tahun 2024, NS menanyakan kebenaran kabar itu kepada dua anaknya. Namun dalam kondisi tertekan dan takut, si anak tidak menjawab siapa yang mengajaknya pindah sekolah hingga memicu amarah NS.

Kedua anak yang tak berdosa itu menjadi pelampiasan kemarahan NS, hingga terjadilah penganiayaan. Ironisnya aksi itu direkam pelaku dan kemudian tersebar luas di masyarakat.

Atas perbuatannya, pelaku terancam undang-undang hukum pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *