Jalan Buntu Upaya Pembebasan Pilot Susi Air Yang ditawan KKB

Daerah, Headline, Kriminal125 Dilihat

Jayapura, sinarindonesia.id– Tersendatnya upaya pembebasan Pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens, yang ditawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya, mengundang keprihatinan Komnas HAM. Phillip diketahui telah satu tahun menjadi tawanan, namun belum ada kabar baik untuk bisa dibebaskan.

“Kami menyampaikan keprihatinan akibat mandegnya upaya negosiasi hingga kasus penyanderaan berlangsung hingga satu tahun,” kata Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramanday, melalui rilis yang diterima media, Rabu (7 Februari 2024).

Dijelaskannya, jika penyanderaan terus berkelanjutan maka pihak penyandera tidak memiliki agenda yang bisa dikomunikasikan. Contohnya ada agenda politik, namun tuntutannya tidak ada yang bisa mengkomunikasikannya.

“Kami berharap Egianus untuk segera menyampaikan pernyataan sikap. Karena satu tahun penyanderaan harus memiliki tanggung jawab moral untuk mengumumkan ke publik mengenai keberadaan sandera dan agenda yang harus dikomunikasikan,” harapnya.

Pernyataan sikap itu harus dilakukan agar hak individu dari sandera bisa terkomunikasikan dan negara bisa memikirkan jalan keluarnya. Negara dalam hal ini bukan saja Indonesia, tetapi juga Selandia Baru dan Susi Air yang menjadi tempat Phillip bekerja.

Diakui Frits, apa yang dilakukan Penjabat Bupati Nduga sudah maksimal karena beliau telah mendatangi wilayah yang menjadi basis KKB dan sudah berbicara beberapa hal dengan pihak Egianus untuk disepakati, namun tidak berhasil.

Diketahui, Phillip Mark Mehrtens yang berprofesi sebagai pilot Susi Air disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari 2023. Yang bersangkutan disandera sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *