Jampidsus Kejagung Dilaporkan KSST ke KPK

Jakarta, sinarindonesia.id– Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Febrie Ardiansyah, dilaporkan Koalisi Sipil Selamatkan Tambang (KSST) ke Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

Laporan yang disampaikan berkaitan dengan dugaan adanya kerugian negara akibat proses lelang PT Gunung Bara Utama di Kejagung.

“Hari ini kami menyampaikan bahwa dugaan tersebut dengan data-data yang sudah kami siapkan. Kami lampirkan juga fakta-faktanya semuanya dan diterima baik oleh KPK,” kata Koordinator KSST, Ronald, kepada media, Senin (27 Mei 2024).

Dijelaskannya, dalam laporan tersebut KSST didampingi pengacara dan juga Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso.

Menurut Sugeng, aset-aset PT Gunung Bara Utama kala itu disita oleh pihak Kejagung dalam kasus korupsi Jiwasraya dengan nilai Rp 10 triliun di tahun 2023.

“Kemudian barang sitaan itu dilelang pada Juli 2023, nilainya Rp 1,945 triliun, tidak sampai Rp 10 triliun. Nah selisih 9 triliun ini jadi tanda tanya? Padahal infonya ada yang menawar Rp 4 triliun,” beber Sugeng.

Untuk perkara yang dilaporkan ini, kata Sugeng, jika dilihat dari selisih hal ini sangat berpotensi sebagai kerugian negara.

“Apalagi hal itu dilandasi oleh persekongkolan antar pihak pejabat yang memiliki kewenangan pelelangan,” ungkapnya.

Dalam selebaran atau data tertulis yang dibagikan KSST, terdapat sejumlah nama pejabat yang dilaporkan.

Selain Jampidsus, juga tertulis nama Jaksa Agung, Pejabat DKJN Bersama KJPP dan pemilik manfaat PT IUM.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang dilaporkan. Sementara KPK akan mempelajari laporan yang dilayangkan KSST Tersebut. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *