Jemaah Haji Diminta Untuk Tidak Kontak Langsung Dengan Unta Untuk Mencegah Penularan MERS

Jakarta, sinarindonesia.id– Jemaah haji asal Indonesia, diserukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menghindari kontak langsung dengan unta dalam upay pencegahan penularan penyakit MERS.

Hal itu dipandang penting, mengingat virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) erat kaitan dengan infeksi manusian dari unta yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan.

“Kami menyurukan kepada Jemaah haji untuk tidak sering jalan-jalan. Terlebih mendatangi peternakan unta. Fokuslah beribadah,” kata Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes Achmad Farchanny Tri Adryanto, dikutip dari akun resmi Kemenkes, Jum’at (17 Mei 2024).

Dijelaskannya, bahwa pemerintah meminta Jemaah untuk selalu menggunakan masker saat berada di tempat keramaian dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Jadi hindari mengonsumsi produk-produk unta secara mentah. Susu unta banyak di sana. Boleh minum susu, tapi harus sudah dimasak. Makan daging unta, sate unta ya boleh, tapi sudah dimasak dengan matang,” sambungnya di akun tersebut.

Jika ada jemaah yang sudah terlanjur berkontak dengan unta seperti berfoto naik unta dan bersentuhan langsung dengan badan unta, maka jemaah tersebut harus segera membersihkan tangan atau cuci tangan pakai sabun.

“Kami meminta agar para jemaah tetap menjaga kondisi fisik masing-masing, karena virus akan lebih berpotensi menular kepada manusia ketika daya tahan tubuh melemah atau kurang baik,” pungkasnya.

Diketahui, sebagian besar kasus konfirmasi MERS mengalami sindrom saluran pernapasan akut yang berat. Gejala awal yang paling sering ditemukan, yaitu demam, batuk, dan sesak napas. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *