Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja ditahan Kejaksaan Tinggi

Papua Barat, sinarindonesia.id– Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Papua Barat Frederik DJ Saidui, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat. Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang merugikan negara Rp 1 Miliar.

Kepala Kejati Papua Barat Harli Siregar, mengatakan Frederik ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik dan ditemukan bukti permulaan yang cukup.

“Status tersangka ditetapkan sesuai hasil pemeriksaan penyidik dengan dua alat bukti yang cukup,” kata Harli, kepada media, Sabtu (2 Maret 2024).

Dijelaskannya, yang bersangkutan terlibat dalam korupsi penyalahgunaan dana TPP berdasarkan beban kerja PNS dan belanja tunjangan khusus yang bersumber dari Disnakertrans Papua Barat tahun anggaran 2023.

“Peran tersangka sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA),” ungkapnya.

Sesuai hasil investigasi dan penyidikan petugas, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp 1.074.118.209.

“Perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp 1.074.118.209 berdasarkan perhitungan akuntan publik,” ucap Harli.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. FDJS kini ditahan selama 20 hari ke depan.

“Penahanan dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan lanjutan,” pungkasnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *