Kadisnaker Disebut Jadi Tersangka Korupsi Hibah KONI, Begini Tanggapan Pemprov Lampung

Daerah, in Headline1488 Dilihat

Bandar Lampung, Sinarindonesia.id – Kejaksaan Tinggi Lampung akhirnya menetapkan tersangka kasus korupsi anggaran Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung tahun 2020. Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) menetapkan dua eks Wakil Ketua KONI Frans Nurseto (FN) dan Agus Nompitu (AN). Pengumuman penetapan tersangka disampaikan Kajati Lampung, dalam konferensi pers akhir tahun, Kamis 28 Desember 2023.

Frans Nurseto (FN) adalah Eks Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), sedangkan Agus Nompitu juga pengurus KONI tahun 2019-2023 sebagai (Bidang Perencanaan Program& Anggaran, Mobilisasi Sumber Daya & Usaha Dana). Agus Nampitu masih menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Agus nampitu juga mantan Ketua KAHMI Lampung.

Kepala Kejati Lampung Nanang Sigit Yulianto mengatakan pihaknya telah menetapkan tersangka sebanyak dua orang atas korupsi dana hibah tahun 2020 itu. “Sudah ada penetapan tersangka, dua orang. Ini juga sudah masuk ke penyidikan khusus,” kata Nanang tanpa merinci nama tersangka di hadapan wartawan.

Nanang menjelaskan untuk kerugian negara berdasarkan hasil penghitungan dari auditor eksternal sebesar Rp2,57 miliar. Nanang memastikan penyidikan kasus korupsi dana hibah KONI yang dimulai sejak tahun 2021 itu terus berjalan.

Kasi Penkum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan menyebutkan inisial dua orang tersangka korupsi dana hibah KONI Lampung tahun 2020. “FN dan AN,” kata Ricky Ramadhan kepad wartawan usai ekspose.

Kepada wartawan, Frans Nurseto mengakui dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Lampung. Frans juga membenarkan, dirinya dan Agus Nampitu sebagai tersangka. “Iya benar (ditetapkan sebagai tersangka,red) bersama Pak Agus Nompitu,” kata Frans Nurseto kepada wartawan di Bandar Lampung, Kamis malam.

Frans menyebutkan saat ini pihaknya masih menunggu jadwal pemeriksaan sebagai tersangka. “Saya juga belum tahu kapan akan diperiksa sebagai tersangka, nanti kalau ada perkembangan saya kabarkan,” katanya.

Sementara Agus Nompitu yang dikonfirmasi wartawan belum merespon. Dikonfirmasi via whatshap conteng dua dan terbaca namun belum mendapat balasan.

Sekda Tunggu Kabar Formal

mengaku pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara formal ke Pemprov Lampung. “Secara formal kita belum menerima surat dari Kejati. Karena baru insial, itu kan teka teki dan tidak ada kejelasan itu siapa,” kata Fahrizal berdalih, Jumat, 29 Desember 2023.

Terkait lambannya pengusutan kasus Hibah KONI Lampung sejak tahun 2021 itu, Kejati beralasan penghitungan kerugian negara yang tidak kunjung tuntas oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung.

Hingga akhirnya Kejati Lampung meminta audit lain, melalui auditor independen pada Kantor Akuntan Publik Drs Chaeroni dan Rekan. Hasil audit menyatakan, pada anggaran dana hibah KONI Lampung tahun 2020 terdapat kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar lebih.

Kajati menyebut uang Rp2,5 miliar lebih itupun sudah di kembalikan. Dan walaupun ada pengembalian dana kasus Ini tidak dihentikan, “Sudah dikembalikan sebesar Rp2,57 miliar dan sudah kita setorkan ke kas negara melalui Bank Lampung,” kata Nanang.

Menurut Nanang, pengembalian uang kerugian negara ini dilakukan oleh KONI Lampung selaku instansi pengguna anggaran, bukan orang per orang (personal).

Dalam ekspose sebelumnya, Kejati Lampung menyebutkan bahwa dugaan korupsi di tubuh KONI Lampung ini di antaranya program kerja dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga.

Pengajuan anggaran ini terjadi di tahun 2019 dengan nilai sebesar Rp79 miliar yang kemudian disetujui oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sebesar Rp60 miliar.

Kedua tersangka Frans Nurseto dan Agus Nompitu, sudah berulang kali menjalani pemeriksaan di Kejati Lampung. Tahun 2022 lalu, sudah sekitar 86 saksi diperiksa, hingga tahun 2023 seratusan lebih saksi, termasuk seluruh Cabor dan beberapa pihak hotel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *