Kantor Desa Nyiur Tebel Disegel Warga Karena Kades Terpidana TPPO Kembali Menjabat

Lombok Timur, sinarindonesia.id– Kantor Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikabarkan disegel warga setempat.

Mereka menolak keberadaan Kepala Desa (Kades) berinisial MA, yang berstatus mantan narapidana kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam aksinya, amarah warga itu diluapka dengan tidak hanya menutup pintu dan jendela kantor desa menggunakan kayu, warga juga mencorat-coret bangunan tersebut.

“Kami Masyarakat tidak ingin dipimpin oleh mantan narapidana,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nyiur Tebel, Wildan, kepada media, dikutip Rabu (22 Mei 2024).

Dijelaskannya, masyarakat hanya menginginkan yang bersangkutan mundur dari jabatannya.

“Seorang pejabat tidak pantas memimpin setelah di vonis satu tahun penjara pada kasus TPPO dan kembali menjabat,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Lombok Timur Salmun Rahman, saat dikonfirmasi membenarkan perihal status hukum kepala desa tersebut.

“Iya benat, yang bersangkutan kades Nyiur Tebel, pernah divonis satu tahun penjara,” kata Rahman, kepada media.

Dijelaskannya, karena pelaksanaan hukumannya kurang dari satu tahun, maka secara aturan yang bersangkutan tidak dicopot dari jabatannya,

“Yang bersangkutan tidak dicopot dari jabatannya karena tidak memenuhi unsur hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

Usai melakukan penyegelan, masyarakat yang beramai-ramai melakukan aksi protes iti kemudian membubarkan barisan.

Mereka secara tidak langsung, akan terus memantau keberadaan kades hingga terbitnya Keputusan pemberhentian dari jabatannya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *