Kapolda akan Mengambil Tindakan Tegas dan Terukur Jika Napi Kabur Tidak Menyerahkan Diri

Sorong, sinarindonesia.id– 42 orang narapidana (napi) yang kini buron usai kabur dari Lapas Kelas II B Sorong, diinstruksikan Kapolda Papua Barat Irjen Jhonny Edison Isir, untuk menyerahkan diri. Pihaknya akan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para napi yang dalam waktu dekat belum juga menyerahkan diri.

“Kita lihat pada minggu kedua atau minggu keempat kemudian kita akan asses (nilai) lagi, dan mungkin imbauannya sudah bersifat ultimatum, kalau serahkan atau tidak serahkan kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Irjen Jhonny E. Isir kepada awak media, Kamis (11 Januari 2024).

Dijelaskannya, polisi masih mengedepankan imbauan atau ajakan agar para napi kembali menyerahkan diri ke polisi maupun Lapas Sorong. Aparat juga melakukan pendekatan dengan keluarga para napi tersebut.

“Upaya himbauan dulu kepada para keluarga entah dari warga binaan atau tahanan dalam proses persidangan, kalau ketemu ajak atau serahkan ke polisi atau langsung ke lapas,” ujarnya.

Sementara itu, guna menghindari kejadian serupa, polisi juga memerintahkan agar pengamanan di Lapas Kelas II B Sorong ditingkatkan.

“Ini yang pertama dan merupakan pelajaran pahit, kita harus kemudian ambil pelajaran,” pungkasnya.

Diketahui, para napi tersebut kabur dari Lapas Kelas II B Sorong di Jalan Sapta Taruna, Km 10, Kota Sorong pada Minggu (7 Januari 2024) sekitar pukul 11.00 WIT. Para napi kabur melalui pintu utama lapas usai menerobos petugas.

Dari 53 napi yang kabur, 11 orang di antaranya sudah ditangkap. Sebanyak 9 napi ditangkap di wilayah Sorong sedangkan dua napi lainnya diserahkan oleh keluarga. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *