Kapolda dan Tim Direskrimum Polda Metro Jaya Kembali Raih Pin Emas Berantas Mafia Tanah

Jakarta, sinarindonesia.id-Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya bersama Tim se Polda Metro Jaya mendapat penghargaan Pin Emas dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto.

Daftar penerima pin emas ATR BPN berantas Mafia Tanah se DKI Jakarta-Jawabarat, dan Krimum Polda Metro Jaya

Penghargaan ini diberikan atas prestasi jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro dalam pengungkapan kasus mafia tanah, Pemberian penghargaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 7 Desember 2022

Selain Dirkrimum Polda Metro Jaya, penghargaan juga diberikan 27 Pamen hingga penyidik Pembantu se Polda Metro Jaya, dan 13 Tim anggota Ditres Krimum Polda Metro Jaya.

Penghargaan juga diberikan Kepada 11 Kapolda lainnya, yaitu Kapolda Metro Jaya, Kapolda Lampung, Kapolda Jambi, Kapolda Kepulauan Riau, Kapolda Bengkulu, dan Kapolda Jawa Barat. Kemudian, Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Jawa Timur, Kapolda Kalimantan Tengah, Kapolda Sulawasi Utara, Kapolda Sulawesi Tenggara, dan Kapolda Maluku Utara, termasuk pihak Kejaksaan.

Dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan itu, Hadi Tjahjanto menyampaikan pemberian pin emas ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian ATR/BPN dalam mengusut kasus mafia tanah. Menurut Hadi, pengungkapan kasus mafia tanah ini tak terlepas dari sinergitas antara Kementerian ATR/BPN dengan aparat kepolisian dan kejaksaan.

Tahun 2022 lalu, ada 60 kasus mafia tanah diungkap oleh jajaran Kementerian ATR/BPN, kepolisian dan jaksa. “Dengan sinergi antara Kementerian ATR/BPN, polisi, dan jaksa, kita bisa menyelesaikan 315 kasus dan tahun 2022 ini 60 kasus (mafia tanah) kita selesaikan,” kata Hadi dalam keterangannya yang diterima wartawan dari Polda Metro Jaya.

Dari 60 kasus tersebut, 53 kasus di antarnaya ditangani kepolisian dan 23 kasus di antaranya sudah P21 (dinyatakan lengkap). Sementara 54 kasus ditangani oleh Kementerian ATR/BPN. “Ini sudah satu bentuk prestasi. Dan apabila kita lihat objek yang sudah mereka kuasai, itu ada kurang lebih 54 ribu hektare, kerugian negara Rp 2,5 triliun dan melibatkan 412 para mafia. Mafia itu ada 5 yaitu: oknum BPN iya, sikat terus. Kedua oknum pengacara pasti ikuti kliennya, ketiga notaris, kemudian camat-kepala desa, ini oknum,” bebernya.

Hadi Tjahjanto menilai penyidik Polda Metro Jaya telah merespons program Presisi Kapolri dengan mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan tindak pidana mafia tanah. Dia memuji penyelesaian perkara yang dianggap memulihkan keadaan dan memberikan keadilan bagi korban dan pelaku.

Hadi menilai kebijakan itu merupakan hal yang perlu dikembangkan sebagai suatu konsep pencegahan dalam penegakan hukum pidana. Hal itu dapat bermanfaat dalam menjalankan seluruh norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Sebelumnya Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kombes Hengki Haryadi telah berhasil mengungkap sejumlah kasus mafia tanah di Jakarta pada Agustus 2022. Proses pengungkapan itu bukanlah hal yang mudah karena melibatkan banyak oknum, di antaranya dari pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga notaris.

Kasus itu bermula dari adanya laporan korban ulah mafia tanah yang ditindaklanjuti oleh penyidik Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Hard) Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan komprehensif lewat kerja sama dengan Satgas Anti Mafia Tanah Kementerian ATR/BPN.

Kolaborasi itu telah mengungkap lima modus operandi dalam sindikat mafia tanah tersebut. Salah satunya adalah dengan illegal access pada sistem komputerisasi kerja (KKP) oleh pegawai BPN. Polda Metro Jaya menangkap 33 tersangka dalam kasus ini.

Praktik mafia tanah ini bersifat terstruktur dengan melibatkan sejumlah oknum pegawai BPN.Salah satu kasus mafia tanah yang berhasil diungkap jajaran Polda Metro Jaya yang cukup menyita perhatian publik yakni kasus dengan korban keluarga artis Nirina Zubir. Di mana eks ART terlibat dalam peralihan sejumlah tanah milik orang tua Nirina Zubir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *