Kapolda Perintahkan Sikat Segala Bentuk Aksi Premanisme di Lampung

Daerah, Headline49 Dilihat

Bandar Lampung, sinarindonesia.id – Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayah Polda Lampung untuk menumpas segala bentuk aski premanisme guna meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.

“Tidak boleh ada aksi premanisme di wilayah Lampung. Tidak ada tolerasi bagi segala bentuk premanisme di Lampung. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Saya instruksikan kepada seluruh Kapolres sejajaran dan Satreskrim untuk bergerak dan bereaksi cepat, tepat, tegas, dan terukur dalam menangani setiap laporan dan kejadian yang berkaitan dengan premanisme,” kata Helmy Santika di Mapolda Lampung, usai Jum’at 18 Mei 2024.

Instruksi ini, kata Kapolda,bukan hanya sebatas perintah biasa, tetapi sebuah komitmen nyata untuk menjamin keamanan masyarakat. “Kita harus memberikan respon yang cepat dan tepat, serta tindakan yang tegas dan terukur dalam setiap operasi. Masyarakat harus merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung dan pengayom yang benar-benar bisa diandalkan,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan kepada setiap anggota kepolisian di Lampung harus siap siaga 24 jam dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan. “Kita tingkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang dianggap rawan tindakan premanisme. Setiap laporan dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti tanpa terkecuali,” katanya.

Dengan berbagai langkah konkret, Helmy Santika yakin bahwa tindakan premanisme di wilayah akan dapat ditekan semaksimal mungkin. “Kita akan terus bekerja keras dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan Lampung menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi semua warga,” ucapnya.

Polda Lampung, lanjut Helmy mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan, dan segera melaporkan setiap tindak premanisme yang terjadi di lingkungan sekitar. Dengan sinergi antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan Lampung dapat terbebas dari segala bentuk aksi premanisme dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Sebelumnya, terjadi aksi premanisme dengan pemalakan yang dialami oleh pedagang duku di Simpang Tiga Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada akhir April lalu. Uang korban sebanyak Rp200 ribu dirampas. Kemudian aksi pemalakan dan penganiayaan yang dialami pemilik warung di depan Plaza Bandar Jaya, Lampung Tengah pada Selasa 14 Mei 2024 malam. Korban dianiaya karena menolak memberi uang kepada preman yang datang dan meminta jatah uang keamanan.

Aksi serupa dialami sopir truk bernama Suhadi yang dianiaya sekelompok preman di Jalan Raya Buyut, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah pada Selasa 14 Mei 2024 sore. Kelompok preman ini meminta “uang jalan” kepada korban dengan alasan menjaga keamanan.

Premanisme juga diduga dipraktekkan sekelompok ormas di jalan lintas tengah (jalinteng) mulai dari Lampung Utara hingga ke Way Kanan. Kelompok-kelompok ini berdalih meminta uang jalan hingga Rp500 ribu kepada sopir truk yang melintas agar perjalanan para korban aman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *