Kapolri diminta Evaluasi Polda Lampung Dalam Kasus Kaburnya Gembong Narkoba

Daerah, Headline, Kriminal406 Dilihat

Bandar Lampung, sinarindonesia.id– Brantas Narkotika dan Maksiat (BNM) RI, meminta Kapolri mengevaluasi Polda Lampung pasca kaburnya empat gembong narkoba asal aceh, dari Rutan Polda Lampung. Para pelaku ditangkap tiga pekan lalu di Bakauheni, dengan barang bukti puluhan kilogram sabu-sabu asal China.

“Saya kira Kapolri harus melakukan evaluasi terhadap Polda Lampung. Kaburnya empat bandar narkoba itu harus menjadi perhatian serius. Paslanya diluar nalar. Polda Lampung dengan satu pintu kaluar masuk, dengan tembok tinggi keliling areal membuat mustahil mereka lolos dengan begitu saja,” kata Ketua BNM RI Fauzi Malanda, kepada sinarlampung.co, Rabu 6 Desember 2023 malam.

Menurut Fauzi dengan kaburnya empat tahanan kasus narkoba di Polda Lampung itu harus diusut tuntas, apakah karena lemahnya pengawasan di tahanan Polda Lampung, atau karena hal lain. “Jika lalai, maka harus diperketat mulai dari pintu penjaga pertama sampai petugas jaga di dalam sel. Juga harus lebih selektif pada pengunjung pembesuk tahanan,” kata Fauzi.

Apalagi, kata Fauzi, dugaan tahanan kabur dengan menggergaji teralis sel. Pertanyaannya adalah bagaiman bisa gergaji besi masuk kedalam Sel. Bagaimana CCTV yang begitu banyak. “Apa mungkin menggergaji itukan butuh waktu. Dan teralis kamar mandi itu tinggi, dan pengamanan seketat Polda Lampung,” katanya.

Kompolnas Segera Klarifikasi

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti yang menyesalkan dengan adanya peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengirim surat klarifikasi ke Polda Lampung. “Kami baru mengetahui dari media massa. Kami akan membuat surat klarifikasi ke Polda Lampung mempertanyakan informasi yang kami peroleh dari media ini. Jika benar ada 4 tahanan narkoba kabur, kami sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi dan berharap semuanya dapat segera ditangkap,” ujarnya.

Poengky Indarti mempertanyakan keamanan Rutan Tahti Polda Lampung yang bisa membuat tahanan narkoba bisa kabur. “Perlu pemeriksaan menyeluruh sekaligus mengevaluasi mengapa hal ini bisa terjadi. Selanjutnya pengamanan dan pengawasan terhadap keamanan ruang tahanan Polda Lampung perlu lebih diperkuat, terutama di ruang interogasi dan ruang tahanan,” ucapnya.

“Ruangan tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar tersangka atau tahanan tidak bisa kabur. Perlu cek keamanan bangunan, termasuk pintu sel tahanan, plafon kamar mandi, jeruji kamar mandi, dinding dan lantai kamar mandi agar jangan sampai mudah dibobol untuk melarikan diri,” sambungnya.

Poengky juga mempertanyakan SOP terkait pengawasan dan penggeledahan terhadap barang bawaan pembesuk tahanan. “Selain itu perlu diperiksa apakah SOP terkait interogasi tersangka yang ditangkap sudah dilaksanakan dengan benar, misalnya apakah penggeledahan badan terhadap tersangka sudah dilakukan dengan benar, sehingga tidak ada barang-barang berbahaya yang bisa digunakan untuk melawan petugas atau melarikan diri,” imbuhnya.

Kompolnas juga mendesak Propam Polda Lampung agar memeriksa semua pihak dan petugas tahanan serta penjaga yang piket dalam kasus tersebut. “Direktur Tahanan dan Barang Bukti, serta para petugas jaga tahanan yang piket saat itu harus diperiksa Propam. Propam juga perlu memeriksa apakah SOP perawatan tahanan sudah dilaksanakan dengan benar,” jelasnya.

“Apakah ada kamera pengawas CCTV di semua ruangan dan kamera pengawas tersebut berfungsi dengan baik? Apakah lampu penerangan berfungsi dengan baik? Apakah petugas jaga tahanan sudah memadai jumlahnya? Mengingat yang kabur diduga adalah tersangka narkoba dengan barang bukti puluhan kilogram, maka perlu dicek apakah ada keterlibatan anggota memberikan peluang tahanan kabur,” lanjutnya.

Data Para Tersangka

Para tersangka yang kabur itu adalah Muslim (36) Bin Abu Bakar dan M. Nasir (31) Bin Abdullah, keduanya tahanan Narkoba BB 30 KG, kemudian Maulana (33) Bin M. Husin, dan Asnawi (29) Bin Husin, keduanya tahanan Narkoba BB 58 KG. Mereka diketahui kabur pada hari Rabu 6 Desember 2023 sekira pukul 03.00 WIB.

Polda Lampung menyebutkan sekira Pukul 01.30 WIB Kepala Regu jaga, Aipda Surdiansyah bersama anggota piket Briptu Rizki melakukan pengecekan tahanan dan hasil laporan tahanan lengkap. Kemudian sekira Pukul 03.00 WIB tahanan kamar sel 7 yang satu kamar para tersangka memanggil petugas, dan memberitahukan bahwa tahanan 4 orang tahanan tersebut diatas tidak ada didalam kamar sel.

Kemudian Karu jaga dan piket jaga tahanan lainnya melakukan pengecekan serta melaksanakan pengamanan, dan didapatkan jeruji besi ventilasi kamar mandi sel kamar 7 sudah dalam keadaan patah akibat digergaji oleh tahanan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik membenarkan adanya empat tahanan narkoba yang kabur. Umi Fadilah menyebut empat orang tahanan narkoba kabur melalui ventilasi kamar mandi. Besi ventilasi itu dirusak para tahanan menggunakan gergaji besi. “Saat memeriksa sel tahanan seusai kejadian, petugas jaga menemukan tiga alat yang diduga digunakan para tahanan untuk merusak ventilasi kamar mandi,” kata Umi Fadilah.

Umi Fadilah menjelaskan, tidak ada satu pun petugas jaga yang mengetahui bahwa tahanan narkoba yang kabur dari sel itu memiliki gergaji besi. Saat ini, lanjut Umi, Polda Lampung masih melakukan penyelidikan terkait asal alat yang digunakan keempat tahanan yang kabur. “Kami masih menyelidiki apakah ada yang menyelundupkan atau bagaimana,” ujar Umi Fadilah.

Saat ini tim gabungan Tekab 308 dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Lampung melakukan pengejaran terhadap keempat tahanan narkoba yang kabur dari rutan Polda Lampung tersebut. Polda Lampung mengimbau kepada keempat para tahanan yang kabur untuk menyerahkan diri sebelum Polda Lampung melakukan tindakan tegas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *