Kematian Briptu JD Akibat Overdosis ditolak Keluarga Karena Ada Bekas Luka

Riau, sinarindonesia.id– Kematian anggota Polres Rokan Hilir, Provinsi Riau, menyisakan tanda tanya pihak keluarga. Mereka tidak percaya kalau korban tewas akibat overdosis obat terlarang. Dugaan itu menguat setelah keluarnya hasil autopsi yang menyatakan di tubuh korban terdapat sejumlah luka.

“Kami telah membuat laporan polisi terkait tewasnya Briptu JD. Laporan dibuat agar polisi mengungkap secara jelas penyebab tewasnya korban,” kata kuasa hukum keluarga Briptu JD, Ramses Situmorang dan Boy Hutabarat, kepada media.

Dijelaskannya, bahwa laporan itu pada prinsipnya hanya untuk menerangkan dengan benar penyebab kematian kliennya. Pasalnya ditemukan luka dan memar di tubuh korban. Namun, polisi menyebut korban tewas akibat overdosis obat terlarang.

“Pada prinsipnya kami minta penjelasan yang jelas dan terang karena ada luka dan memar,” dalihnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Propam Polda Riau Kombes Edwin Louis Sengka membenarkan Briptu JD tewas akibat overdosis. Hal itu berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan polisi.

“Benar, ini setelah kita lakukan autopsi di RS Bhayangkara Polda Riau,” kata Edwin, kepada media, Selasa (6 Februari 2024).

Dijelaskannya, korban dibawa ke rumah sakit oleh dua seniornya, Briptu SA dan Aipda NP, setelah mengalami overdosis di salah satu tempat hiburan malam. Sementara pihaknya juga tidak menapik adanya bekas luka di tubuh korban.

“Ada luka benar, tapi bukan penyebab dari kematian,” ungkapnya.

Sebelum tewas, Briptu JD disebut pergi ke tempat hiburan malam bersama Briptu SA dan Aipda NP Kini keduanya telah ditahan Propam Polda Riau. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *