Kemenkumhan Membantah Ada Upaya Pembiaran Kaburnya 53 Orang Narapidana

Daerah, Headline, Kriminal214 Dilihat

Sorong, sinarindonesia.id– Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Papua Barat, mengungkapkan alasan petugas jaga di Lapas Kelas II B Sorong, tidak mampu menahan tahanan saat melarikan diri. Mereka memilih mundur dari penjagaan, karena kalan jumlah dengan narapidana yang melarikan diri.

“Mereka bukan diancam, petugas jaga cuma dua, yah pasti merasa terancam. Yang jelas jumlah pegawai tidak seimbang sehingga dia terpaksa mencari aman,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat Taufiqurrakhman kepada awak media, Senin (8 Januari 2024).

Pihaknya juga tidak setuju, jika petugas dikategorikan lengah dan menyebabkan kaburnya 53 napi tersebut. Dia memastikan bahwa jumlah warga binaan dan petugas jaga tidak sebanding.

“Dibilang lengah mungkin juga tidak, karena Jumlah warga binaan saat itu 543 narapidana, sementara petugas regu yang jaga harian hanya 9 orang,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya melakukan pemeriksaan terkait motif para napi tersebut melarikan diri.

“Jika ada niat kesengajaan, pihaknya tidak segan-segan mengambil Tindakan tegas. Sampai saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait penyebab dari pelarian itu,” tegasnya.

Diinformasikan sebelumnya, bahwa 53 narapidana tersebut melarikan diri dari Lapas Kelas II B Sorong, Kota Sorong, sekitar pukul 10.00 WIT, Minggu (7 Januari 2024).

Dari 53 narapidana yang tercatat melarikan diri, 8 orang di antaranya dikabarkan berhasil diamankan Polisi. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *