Kepala BPN ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Pengalihan Aset Negara

Daerah, Headline, Kriminal362 Dilihat

NTT, sinarindonesia.id- Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kupang, Nusa Tenggaran Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemerintah Kabupaten Kupang senilai Rp 5,9 miliar. Selain pejabat di BPN tersebut, Kejaksaan Tinggi juga meningkatkan status tersangka lain yang berperan sebagai penerima tanah kavling seluas 400 Meter persegi.

“Tanah kavlingan yang dimaksud, adalah tanah milik negara atau aset Pemerintah Kabupaten Kupang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT Raka Putra Dharmana, kepada awak media.

Dijelaskannya, kedua terduga itu ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti terlibat dalam skandal tindak pidana korupsi dalam pengalihan aset Pemerintah Kabupaten Kupang berupa tanah kepada pihak lain yang tidak berhak.

“Ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pengalihan aset Pemerintah Kabupaten Kupang berupa tanah kepada pihak lain yang tidak berhak,” ucapnya.

Dikatakannya, penetapan status tersangka kepada PK (kelapa BPN) dan HF (pihak penerima tanah) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, tertanggal 16 Januari 2024.

“Dari keterangan sejumlah saksi, tenaga ahli, surat, petunjuk, dan barang bukti maka ditemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka,” ungkapnya.

Atas perbuatan kedua tersangka, dijelaskan Raka, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5,9 miliar.

Keduanya dijerat Pasal berlapis tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan acaman hukuman 20 tahun penjara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *