Kepala Puskesmas dilaporkan Pegawai Karena Terbitkan Aturan dilarang Hamil

Daerah, Headline, Kriminal117 Dilihat

Palembang, sinarindonesia.id– Belasan pegawai Puskesmas Sabokingking, Sumatera Selatan, melaporkan atasannya ke Inspektorat Pemerintah Kota Palembang, karena dinilai telah berbuat arogan. Kepala Puskesmas dr Margaretha, disebut telah melakukan intimidasi dengan melarang pegawai hamil selama bekerja.

“Hal ini dinilai sebagai sebuah intimidasi dan di luar batas prosedur kedinasan. Masa kami pegawai dilarang hamil,” kata salah seorang pegawai berinisial AD, kepada media.

Dijelaskannya, laporan itu akhirnya kami sampaikan ke Inspektorat karena sudah tidak tahan lagi, menahan tekanan atas aturan yang diberlakukan atasannya tersebut.

“Yang pastinya ini sudah tidak manusiawi,” ungkapnya.

Selain memberlakukan aturan tersebut, AD juga mengatakan Kepala Puskesmas yang dimaksud juga menahan uang JKN yang seharusnya menjadi hak pegawai setelah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Yang bersangkutan juga menahan uang JKN yang seharusnya menjadi hak karyawan,” keluhnya.

Tidak hanya itu, kata AD ai bersama 18 orang karyawan yang ada juga tidak mendapatkan izin mengurus keluarga sakit atau kepentingan lainnya.

“Kami sudah 5 tahun bekerja di bawah tekanan. Laporan sudah diserahkan ke Inspektorat dengan tuntutan untuk dapat ditindaklanjuti,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat kota Palembang, Jamiah Haryanti membenarkan adanya laporan pegawai terhadap Kepala Puskesmas Sabokingking.

“Benar, mereka yang melapor ada 18 orang pegawai,” kata Jamiah.

Untuk saat ini pihaknya tidak dapat berbicara banyak. Melalui laporan tersebut secepatnya Inspektorat akan mengambil Langkah dengan melakukan pemeriksaan. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *