Ketua DPD Partai Gerindra dan Kadis Pendidikan Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap Gubernur Maluku Utara Nonaktif

Jakarta, sinarindonesia.id– Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara Muhaimin Syarif dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Maluku Utara Imran Jacub, ditetap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Keduanya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan suap perkara yang menjerat Gubernur Maluku Utara Nonaktif Abdul Ganu Kasuba.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, mengatakan kedua pihak yang dimaksud telah diperoleh informasi dan data untuk menjadi alat bukti baru dalam kasus dugaan suap yang menjerat Gubernur Maluku Utara nonaktif.

“Setelah melalui proses penyidikan perkara, diperoleh informasi dan data untuk menjadi alat bukti baru yang berkaitan dengan pihak pemberi suap lain pada tersangka Abdul Gani Kasuba,” kata Ali, kepada media, Senin (6 Mei 2024).

Dijelaskannya, saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk selanjutnya dapat memaparkan data lengkap perbuatan tersangka yang dimaksud kepada publik.

“Untuk informasi lanjutan, nanti akan kami sampaikan setelah proses lanjutan selesai ditindaklanjuti penyidik,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ali belum bisa memberikan informasi tambahan terkait penetapan dua tersangka tersebut.

Diketahui, ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara Muhaimin Syarif, sebelumnya pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Abdul Gani Kasuba.

Saat itu yang bersangkutan dikonfirmasi terkait dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di rumah miliknya di Kawasan Pagedangan, Tanggerang, pada awal Januari lalu. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *