Komisi II DPR RI Sebut Mafia CPNS dan PPPK Berkeliaran Bebas

Daerah, Headline, Nasional227 Dilihat

Medan, sinarindonesia.id– Komisi II DPR RI mendesak Kepala Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan untuk memverifikasi secara ketat seluruh pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes Calon Aparatur Sipil Negara atau CASN 2023. Munculnya mafia tenaga honorer diduga telah mengambil kesempatan dalam penerimaan seleksi pegawai sipil negara tersebut, CPNS maupun calon PPPK.

“Praktik mafia tenaga honorer bermunculan seiring dibukanya penerimaan CASN baik formasi CPNS maupun PPPK,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Regional VI BKN Medan, Jum’at (1 Desember 2023).

Kecurigaan itu timbul, ditengah adanya rencana penghapusan tenaga honorer sehingga urgensi untuk lolos seleksi tes di tahun ini semakin meningkat. Junimart Girsang dengan tegas meminta pemerintah, termasuk masing-masing Kantor Regional BKN untuk melakukan verifikasi serta pengawasan ketat.

“kami telah berulang kali menyampaikan kepada Menteri PAN-RB supaya dilakukan investigasi audit, bekerja sama dengan BPKP. Kasus mafia tenaga honorer ini harus segera ditangani,” pungkasnya.

Ironisnya, kata Girsang laporan yang masuk bahwa tenaga honorer yang diajukan ke pusat ternyata bukan tenaga honorer yang memang telah mengabdi di instansinya.

“Ini menjadi catatan Kantor Regional BKN untuk membantu verifikasi serta mengawasi secara ketat jangan sampai terjadi hal seperti ini,” tegasnya.

Menurut Girsang, para mafia tenaga honorer tu melancarkan aksinya seperti sebuah sindikat. Sehingga, hal ini merupakan kejahatan yang tentu harus ditindak tegas.

Contoh kasus di Lampung, mafia tidak saja datang dari oknum, namun juga dilakukan melalui Joki yang diketahui merupakan anak dari salah satu pejabat di Pemerintahan Provinsi Lampung. Joko yang dimaksud, kini diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka dan merupakan seorang mahasiswa di Universitas Teknologi Bandung (ITB).

“Dalam pelaksanaannya, jelas proses verifikasi tenaga honorer ini sangat penting karena mafia tenaga honorer pastilah sebuah sindikat yang aksinya dilancarkan oleh banyak pihak. Ini adalah sebuah pelanggaran, dan jelas harus segera ditindak. Kami minta segera lakukan investigasi, tindak tegas pelaku serta oknum-oknum terlibat,” tutupnya. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *