Komisioner KPU ditahan Kejaksaan Tinggi atas Dugaan Korupsi Dana Hibah

Maluku, sinarindonesia.id– Lima orang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru, ditahan Kejaksaan Tinggi Maluku. Penahanan terhadap penyelenggara pemilu itu, terkiat dugaan korupsi dana hibah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Maluku Tahun 2020 senilai Rp2,8 M.

Adapun lima orang komisioner tersebut adalah Mustafa Darakay, Yoseph Sudarso Labok, Muhammad Ajir Kadir, Kenan Rahalus, dan Tina Jovita Narubun. Mereka ditahan, setelah penyidik melakukan pemeriksaan pasca pelimpahan kasus ke kejaksaan sebelum disidang.

Ke lima orang komisioner yang ditahan, tidak memberikan komentar namun hanya melempar senyum kepada awak media yang sedang meliput.

Penjabat Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Maluku Alzit Latuconsina mengatakan penahanan dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polres Kepulauan Aru dan dilimpahkan ke jaksa untuk disidangkan.

“Mereka ditahan selama dua puluh hari ke depan sambil menunggu berkas perkara korupsi dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan,” kata Alzit, kepada awak media.

Akibat ditahannya penyelenggara pemilu tersebut, kursi komisioner, termasuk Ketua KPU Aru untuk sementara dalam kondisi kekosongan menjelang hari pencoblosan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024 yang hanya tinggal 29 hari.

Alasan itu tidak menjadi pertimbangan Kejaksaan. Pihaknya menegaskan tetap menahan para terdakwa karena sudah berdasarkan berbagai pertimbangan yang diatur dalam KUHAP. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *