Komnas HAM Kecam Aksi Mahasiswa Usir Paksa Pengungsi Rohingya

Headline, Nasional327 Dilihat

Jakarta, sinarindonesia.id– Aksi pengusiran paksa pengungsi Rohingya di Aceh yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa, mendapat kecaman dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Seberat apapun persoalannya, pemerintah atau Lembaga terkait harus memberikan jaminan dan perlindungan kepada mereka.

“Kami menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan meminta pemerintah dan pihak terkait lainnya memastikan perlindungan terhadap pengungsi Rohingya. Hindari mereka dari kekerasan, serta tempat pengungsian yang aman dan layak,” kata Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing, kepada awak media.

Dijelaskannya, Komnas HAM saat ini telah menurunkan tim ke Aceh. Tim tersebut, kata Uli, dilakukan untuk memantau situasi yang berkembang terkait kondisi pengungsi Rohingya usai diusir paksa.

Hasil pemantauan sementara, Komnas HAM memberikan 11 poin rekomendasi untuk dijalankan pemerintah.

Diantaranya, Komnas HAM merekomendasikan Pemerintah untuk tetap mengedepankan penanganan pengungsi Rohingya bersama dengan UNHCR dan IOM sesuai Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.

Selain itu, Pemerintah perlu memastikan tersedianya lokasi penampungan tersentral terhadap pengungsi Rohingya yang saat ini ada di Aceh. Kriteria yang perlu disiapkan antara lain tidak terlalu dekat permukiman masyarakat, terjangkau aksesibilitas terkait penyediaan kebutuhan dasar, serta jaminan faktor keamanan,” ungkapnya.

Uli juga menyatakan Komnas HAM juga merekomendasikan agar Polri menjamin keamanan dan perlidungan pengungsi Rohingya serta berupaya mencegah konflik masyarakat.

“Kami turut merekomendasikan agar Polri menggandeng otoritas keamanan ASEAN dan Interpol untuk memberantas sindikat penyelundupan manusia terhadap pengungsi Rohingya,” pungkasnya. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *