Komplotan Pengoplos Gas Bersubsidi ditangkap

Daerah, Headline, Kriminal121 Dilihat

Cirebon, sinarindonesia.id– Ditengah upaya pemerintah menerbitkan syarat pembelian Gas elpiji 3 Kilogram agar tetap sasaran. Sekelompok orang di Kota Cirebon, Jawa Barat, malah memanfaatkan situasi tersebut dengan memindahkan isi Tabung gas elpiji 3 Kg ke dalam tabung nonsubsidi ukuran 5,5 Kilogram.

Aksi sekelompok warga itu, berhasil dibongkar petugas berkat laporan sejumlah warga.

“Kelicikan sekelompok orang tersebut terbongkar setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Rano Hariyanto, kepada awak media.

Dalam penangkapan, polisi mengamankan tiga orang pelaku, yakni Inisial S (55), Inisial J (60) dan Inisial A (42).

Dijelaskannya, dalam melancarkan aksinya para pelaku memindahkan gas dari tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 Kilogram ke tabung nonsubsidi ukuran 5,5 Kilogram, dan 12 Kilogram.

“Pemindahan menggunakan alat berupa pipa yang disambungkan dari tabung ke tabung,” ungkap Kapolres.

Adapun proses pemindahan gas elpiji bersubsidi ke tabung nonsubsidi itu dilakukan di kediaman pelaku berinisial J di kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kepada polisi, para pelaku mengaku nekad melancarkan aksi pemindahan gas dari tabung bersubsidi ke tabung nonsubsidi hanya untuk mencari keuntungan lebih.

“Yang seharusnya gas bersubsidi ini bisa tepat sasaran, tapi oleh mereka disalahgunakan untuk mendapat keuntungan lebih,” bebernya.

Aksi yang merugikan masyarakat penerima manfaat subsidi dari pemerintah itu, dijelaskan Kapolres telah dilakukan para pelaku sejak tiga bulan terakhir. Tidak sedikit pedagang yang memesan pasokan dari mereka, karena dijual dengan harga dibawah harga ketentuan pemerintah atau standar.

Bersama tiga orang pelaku, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti tabung gas ukuran 3 Kilogram, 5,5 kilogram, dan 12 kilogram.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat Pasal 40 angka 9 UU RI No 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi undang-undang, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *