Korban Longsor Tambang Emas di Gorontalo Bertambah Menjadi 11 Orang dan 50 Orang Lainnya Dalam Pencarian

Gorontalo, sinarindonesia.id– Korban bencana longsor di area pertambangan emas tanpa izin di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dilaporkan bertambah menjadi 11 orang.

Data tersebut kami himpun dari Posko Basarnas Gorontalo, hingga Senin (8 Juli 2024) pukul 20.45 Wita.

Disebutkan dalam data tersebut, bahwa korban meninggal dunia 11 orang.

“Jumlah korban meninggal dunia 11 orang,” tulis data Posko Basarnas Gorontalo.

Dari data tersebut, juga terdapat korban selamat sebanyak 44 orang dan korban hilang atau masih dalam pencarian sekitar 50 orang.

“Total korban keseluruhan 105 Orang,” lanjut data tersebut.

Diketahui, bencana longsor di area pertambangan emas tanpa izin di Desa Tulabolo, terjadi pada Minggu (7 Juli 2024).

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengatakan ada tiga titik longsor dengan jarak tempuh cukup jauh dan harus berjalan kaki sekitar 23,7 Kilometer.

“Jadi jarak dari titik longsor ke titik longsor lainnya sekitar 23,7 KM dari pos pertama ke lokasi,” kata Heriyanto.

Dijelaskannya, saat ini Tim SAR kesulitan dalam mengevakuasi dan mencari korban. Hal itu terjadi karena akses menuju lokasi sangat sulit dan hanya bisa menggunakan sepeda motor.

“Seluruh jembatan menuju lokasi dilaporkan terputus,” pungkasnya.

Selain sepeda motor, ada beberapa titik lokasi hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *