KPAI Desak Polisi Ungkap Benang Kusut Kasus Ibu Merekam Pencabulan Terhadap Anak Kandungnya

Jakarta, sinarindonesia.id– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Kepolisian untuk membongkar tuntas kasus dua orang ibu yang merekam aksi pencabulan terhadap anak kandungnya.

Dua kasus yang ditemukan belakangan ini kuat dugaan ada relevansinya dengan temuan 2.100 tayangan video porno anak-anak atau sindikat jual beli video cabul.

Ketua KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan sudah saatnya Kepolisian bergerak cepat mengungkap konten pencabulan tersebut.

“Polisi harus membongkar tuntas kasus ini, bukan hanya melihat, bahkan masyarakat menghujat si ibu ini,” kata maryati, kepada media, dikutip Sabtu (8 Juni 2024).

Dijelaskannya, dari kasus tersebut tidak menutup kemungkinan ada ruang eksploitasi yang berpotensi sebagai industri pornografi yang memanfaatkan mereka yang terkendala soal ekonomi.

“Selain hal itu, kami sebelumnya telah menemukan 2.100 tayangan video porno anak-anak yang dilakukan oleh satu orang. Perbuatan itu dimasukkan ke dalam grup di media sosial serta menarik duit dari situ,” ungkapnya.

Tidak tanggung-tanggung, perputaran uang dari group tersebut menjadi signifikan bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun.

Maryati menilai bahwa ada benang merah dari dua kasus ibu merekam perbuatan asusila terhadap anak mereka baru-baru ini.

Dimana pelaku dalam kasus tersebut merupakan masyarakat dari kelompok ekonomi sulit dan minim menerima edukasi soal kekerasan seksual terhadap anak.

Sesuai catatan, dari 2021 hingga Desember 2023, KPAI telah menerima 340 kasus aduan terkait eksploitasi seksual kepada anak. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *