KPK Beberkan Perjalanan Hukum Lukas Enembe Hingga dirawat di RSUPAD

Jakarta, sinarindonesia.id– Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) Ali Fikri membeberkan masa penahanan Lukas telah ditangguhkan atau dibantarkan sejak 23 Oktober lalu. Pembantaran dilakukan agar Lukas dapat dirawat karena kesehatannya disebut memburuk.

“Kasus atau status hukum Lukas di KPK telah dibantarkan dengan harapan dapat melakukan perawatan kesehatan secara intensif,” kata Ali Fikri, dalam keterangan tertulis, Selasa (26 Desember 2023).

Dijelaskannya, sebelumnya KPK telah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia, termasuk RSPAD dan keluarga untuk mendatangkan dokter dari Singapura. Hal itu disiapkan, guna memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada Lukas.

Sementara, persoalan pemeriksaan dan persidangan yang dilakukan telah melalui rekomendasi dari tim medis.

“Mulai dari pemeriksaan oleh tim penyidik hingga pelaksanaan sidang di pengadilan selalu dilakukan berdasarkan rekomendasi tim dokter,” ungkapnya.

Diketahui, Lukas merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi sebesar Rp19,6 miliar. Pada November lalu, ia divonis dengan pidana 8 tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

Ali Fikri mewakili Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikesempatan ini juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mantan Gubernur Papua tersebut. (Red)

By: H@did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *