KPK Menggeledah Kantor PT Telkom Serta Sejumlah Rumah Terduga Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa Fiktif

Jakarta, sinarindonesia.id– Kantor PT Telkom (Persero), di Kawasan Mampang Prapatan, dikabarkan digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi proyek pengadaan barang dan jasa fiktif.

Penggeledahan itu, disebut sebagai proses pengumpulan alat bukti pada tahap penyelidikan terkait dugaan korupsi tersebut.

“Ini merupakan proses pengumpulan alat bukti pada tahap penyelidikan terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di PT Telkom,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada media, Rabu (22 Mei 2024).

Dijelaskannya, selain perkantoran, penyidik juga menggeledah 6 kediaman para pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

“Jadi untuk lokasi yang telah kami geledah ada 10 titik. Semuanya terletak di Jakarta Selatan dan Tangerang,” ungkapnya.

Dari 10 lokasi penggeledahan itu, penyidik menyita dokumen dan alat elektronik yang diduga digunakan untuk melakukan perbuatan melawan hukum tersebut.

“Atas barang bukti yang diamankan itu, penyidik kini melakukan analisis untuk dikonfirmasi kepada para saksi dan terduga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tengah membidik kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di PT Telkom Group.

Saat ini, penyidik tengah berupaya mengumpulkan alat bukti dengan merencanakan pemeriksaan terhadap sejumlah orang termasuk pihak swasta yang dilibatkan.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, mengatakan kasus terbsebut menjadi atensi KPK karena diduga memenuhi syarat korupsi.

“Benar, saat ini, penyidik sedang melakukan pengumpulan alat bukti untuk mengungkap dugaan korupsi di PT Telkom Group tersebut,” kata Ali, kepada media, dikutip Rabu (22 Mei 2024).

Dijelaskannya, pengadaan barang dan jasa di Telkom Grup itu terindikasi fiktif.

Proyek tersebut menghabiskan anggaran negara mencapai ratusan miliar rupiah.

“Hal ini terindikasi fiktif, dimana terjadi pengeluaran uang negara secara melawan hukum dengan perhitungan sementara mencapai ratusan miliar rupiah,” ungkapnya. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *