KPU Tunda Rekapitulasi Penghitungan Suara Nasional Sulawesi Barat

Jakarta, sinarindonesia.id– Pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional untuk Provinsi Sulawesi Barat, ditunda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penundaan itu dilakukan hanya lantaran Ketua KPU Sulawesi Barat masih diperjalanan menuju Jakarta.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, mengatakan sesuai jadwal penghitungan seharusnya dilakukan pada hari ke-14 rekapitulasi atau pada Selasa (12 Maret 2024).

Karena hal tersebut, rekapitulasi untuk Sulawesi Barat akan dilaksanakan pada hari ke-15 atau Rabu (13 Maret 2024).

“Penundaan dilakukan karena Ketua KPU Sulawesi Barat belum sampai. Baru tiba besok jam tiga, ya,” kata Hasyim, kepada media, dikutip Rabu (13 Maret 2024).

Dijelaskannya, sebelum menskors “Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Nasional” Panel A, Hasyim mengungkapkan terdapat tiga provinsi yang akan dilakukan rekapitulasi di tingkat nasional pada hari ini atau hari ke-15 rekapitulasi.

“Hari ini rencananya rekapitulasi untuk panel A di sini Provinsi Jawa Timur. Kemudian, jam sepuluh di panel B Sulawesi Tenggara. Kalau Sulawesi Tenggara sudah selesai, Sulawesi Barat tiba nanti juga dimasukkan di panel B,” ungkapnya.

Rekapitulasi pada hari ke-15 akan dimulai pada pukul 10.00 WIB di tiap panelnya.

“Panel A jam sepuluh kita akan merekapitulasi hasil perolehan suara di Jawa Timur, demikian,” pungkasnya.

Berdasarkan rekapitulasi nasional per Sabtu (9 Maret 2024) hingga Selasa (12 Maret 2024) pukul 23.59 WIB, KPU telah mengesahkan perolehan suara Pilpres pada 16 provinsi di tingkat nasional.

Ke-16 provinsi tersebut meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Bali, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Banten, dan Kalimantan Timur.

Pasangan Prabowo-Gibran unggul di 16 provinsi dengan 38.521.561 suara. Selanjutnya, Ganjar-Mahfud mendapatkan 15.338.906 suara, serta Anies-Muhaimin meraih 13.657.552 suara. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *