Lagi!! Honor KPPS Belum dibayarkan Pihak Kelurahan

Makassar, sinarindonesia.id– Sejumlah orang yang tergabung dalam Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), mendatangi Kantor Kelurahan Mangasa, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mempertanyakan soal honor petugas TPS yang hingga hari ini belum dibayarkan.

Salah seorang korban, Maulana mengatakan keterlambatan pembayaran hak petugas KPPS itu lantaran harus menyerahkan laporan pertanggungjawaban.

“Ditundanya pembayaran hak kami karena ada syarat di mana kita harus menyerahkan, ada yang namanya LPJ, Laporan Pertanggungjawaban anggaran,” kata Maulana, kepada media, Senin (19 Februari 2024).

Dijelaskannya, selain perkara harus membuat laporan pertanggungjawaban. Sebagai petugas mereka juga mengeluhkan dugaan pungli dengan modus penawaran jasa joki pembuatan laporan pertanggungjawaban dengan tarif Rp 150 ribu untuk satu TPS.

“Kalau honor ingin dicairkan, kita harus menyetor ulang dulu LPJ. Untuk TPS, saya sendiri sudah ada dua kali revisi, padahal di Bimtek tidak ada standarnya format LPJ. Tapi jika ingin mudah, ada penawaran jasa pembuatan LPJ dengan tarif 150 ribu per TPS,” ungkapnya.

Komisioner KPU Makassar, Muh Abdi Goncing, saat dikonfirmasi menampik hal tersebut. Ia mengatakan bahwa seluruh honor tersebut telah dibayarkan.

“Mengenai honor KPPS sudah dibayarkan semua dan diturunkan melalui Bendahara PPS dari KPU Kota Makassar,” kata Abdi.

Dijelaskannya, bahwa dalam penerimaan honor KPPS tersebut tidak ada pemotongan dengan modus apapun.

“Kami tegaskan tidak ada pemotongan dengan dalih apapun. Jika terjadi yang demikian, segera laporkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, para anggota KPPS itu belum mendapatkan haknya sebagai petugas. Sementara tanggungjawab sebagai penyelenggaran pemungutan suara telah dilaksanakan dengan baik. (Red)

By: @did

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *