Makan Bajamba Tradisi Minangkabau digalakkan PKDP Lampung

Daerah, Headline477 Dilihat

Bandar Lampung, sinarindonesia.id-Budaya makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Tradisi itulah yang digalakkan masyarakat Lampung asal Pariaman yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Lampung, Minggu (5 November 2023).

“Kegiatan ini merupakan tradisi urang awak (Orang Minang) dalam menyambut hari besar keagamaan atau berbagai upacara organisasi dan lainnya,” Ujar Arman Chaniago, Panitia pengukuhan pengurus PKDP Lampung masa jabatan 2023-2028, di Surau Pariaman Center, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Dijelaskan Arman, digalakkan tradisi makan bajamba di Provinsi Lampung ini sebagai pengingat masyarakat Minangkabau yang ada diperantauan. “Meski jauh dari kampung halaman, budaya kebersamaan Minangkabau jangan dilupakan,” katanya. Selain itu, kegiatan makan bajamba ini pada hakikatnya juga rutin dilakukan pengurus PKDP di seluruh Indonesia, pada setiap Iven atau kegiatan organisasi.

Tradisi makan bajamba ini, terlaksana berkat dukungan banyak pihak, terlebih pengurus maupun anggota PKDP yang ada di Sumatera maupun pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia. Budaya ini akan terus dikembangkan, agar dikemudian hari tidak terlupakan akibat perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. Jelasnya.

 

Sejarah makan bajamba

Asal usul makan bajamba berasal dari Kоtо GаdаngAgаmSumatera Barat dаn sudah dimulai ѕеjаk аbаd kе-7, tераtnуа ketika аwаl masuknya Islam ke Minangkabau. Makan bajamba menjadi budaya karena akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.

Dalam istilah Minangkabau, Jamba berarti dulang berisi nasi dan lauk-pauk yang tersusun. Jamba ditutup dengan tudung saji yang dianyam dari daun enau, lalu di atasnya dilampiri dengan dalamak, kain bersulam benang emas.

Makan bajamba dilangsungkan dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan, dan umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang yang kemudian dibagi dalam beberapa kelompok. Suatu kelompok biasanya terdiri dari 3 sampai 7 orang yang duduk melingkar, dan di setiap kelompok telah tersedia satu dulang yang di dalamnya terdapat sejumlah piring, ditumpuk berisikan nasi dan berbagai macam lauk.

Meski ѕеmuаnуа sama-sama duduk tegap dаn melingkar dі lаntаі, tеtарі аdа ѕеdіkіt реrbеdааn dі antara peserta lаkі-lаkі dаn реrеmрuаn. Peserta lаkі-lаkі biasanya duduk baselo atau bеrѕіlа. Sеdаngkаn раrа perempuan duduk dеngаn саrа bаѕіmрuаh аtаu bеrѕіmрuh.

Makan bajamba biasanya dibuka dengan berbagai kesenian Minang, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, hingga acara berbalas pantun.

 

Adab makan bajamba

Tradisi yang diyakini berasal dari Kota Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tu memiliki adab tersendiri. Adab-adab yang ada dalam tradisi ini umumnya didasarkan pada ajaran Islam terutama Hadist. Beberapa adab dalam tradisi ini di antaranya adalah seseorang hanya boleh mengambil apa yang ada di hadapannya setelah mendahulukan orang yang lebih tua mengambilnya.

Ketika makan, nasi diambil sesuap saja dengan tangan kanan. Setelah ditambah sedikit lauk pauk, nasi dimasukkan ke mulut dengan cara dilempar dalam jarak yang dekat. Ketika tangan kanan menyuap nasi, tangan kiri telah ada di bawahnya untuk menghindari kemungkinan tercecernya nasi. Jika ada nasi yang tercecer di tangan kiri, harus dipindahkan ke tangan kanan lalu dimasukkan ke mulut dengan cara yang sama. Tujuan makan dengan cara tersebut agar nasi yang hendak masuk ke mulut bila tercecer tidak jatuh ke piring, sehingga yang lain tidak merasa jijik untuk memakan nasi yang ada dalam piring secara bersama-sama.

Selain itu, posisi duduk juga harus tegap atau tidak membungkuk dengan cara bersimpuh (basimpuah). Bagi perempuan dan bersila (baselo) bagi laki-laki. Kemudian setelah selesai, tidak ada lagi nasi yang tersisa di piring, dan makanan yang disediakan wajib dihabiskan. (red)

By : Hadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *